Nono Elsa Barto Blog

Januari 10, 2009

Pasar Tradisional di Jepang ( Sebuah Renungan )

Diarsipkan di bawah: Pertanian — elsabarto @ 4:33 am

Apa yang kami adalah  Pasar Tradisional di Jepang sana, terutama pasar yang ada di daerah pertanian. 

Sebenarnya sih ini bukan pasar yah karena penjual disana adalah para petani yang membuka lapak sendiri-sendiri untuk menjual hasil kebunnya yang tersisa (kebanyakan).

Dan kalau dilihat, tidak ada bedanya dengan pasar yang ada di Indonesia, kecuali satu perbedaannya yaitu tidak ada orang yang menjaga untuk lapaknya tersebut.

  

Jadi bagaimana transaksinya? mudah kok, mereka (si penjual) telah mencantumkan harga di setiap barang dagangannya dan apabila ada pembeli yang datang untuk membelinya, si pembeli cukup masukkan uang seharga barang yang dibeli ke tempat yang telah disediakan.             

Dan percaya atau tidak, boleh dibilang hampir tidak ada satupun petani yang rugi karena berdagang dengan cara sepeti ini. Atau dengan kata lain, semua pembeli selalu membayar apa yang mereka ambil.

Nah, ini dia sebenarnya yang ingin kami bahas, yaitu KEJUJURAN yang menurut kami saat ini semakin langka di dunia, terutama di Indonesia.             

Kami sempat membaca berita bahwa ada sekolah menengah di Indonesia yang mendirikan “kantin kejujuran” dan hanya dalam waktu hitungan minggu, kantin tersebut bangkrut karena ternyata banyak siswa/ siswi yang tidak membayar sehabis makan. -(

Padahal di lain sisi, kantin itu berada di salah satu sekolah favorit di daerahnya yang berarti pasti sebagian besar siswa/ siswi disana dari golongan cukup mampu.

Mohon maaf kalau kami tidak sependapat dengan anggapan bahwa “orang yang tidak jujur itu pasti identik dengan orang miskin”  dan karena mereka tidak punya uang makanya mereka berbuat tidak jujur.             

Menurut kami, KEJUJURAN bukanlah sesuatu yang bisa diukur dari banyaknya materi maupun tingkat pendidikan tetapi lebih ke moral dan rasa malu yang bisa ditanamkan oleh orang tua maupun lingkungan sekitar.

Dalam hal ini, kita tidak harus selalu mencontoh teknologi yang berasal dari Jepang saja tetapi tidak ada salahnya kita juga mencontoh moral dan rasa malu yang mereka miliki.

Benar, tidak semua orang Jepang disana jujur tetapi setidaknya kalau bicara persentase, tentu jauh lebih baik dari negara kita. Setuju kan dengan kami? 

Semoga tulisan kami ini bisa menjadi suatu bahan renungan agar bangsa kita bisa menjadi lebih baik di masa-masa yang akan datang.

 
Sumber berita : www.otakku.com
Traditional Market in Japan Taken From : www.murata-brg.co.jp & portal.nifty.com

Oktober 18, 2008

Cabe Kaya Nutrisi

Diarsipkan di bawah: Pertanian — elsabarto @ 6:18 am

Selain tahan terhadap hama dan penyakit (tak perlu obat kimia), cabe varitas baru nantinya juga kaya nutrisi seperti vitamin C, karotenoid (prekursor vitamin A), dan lain-lain.

Cabe yang kaya nutrisi ini risetnya juga dilakukan di Universitas Wageningen oleh Wahyuni dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Cibinong.

Ini saling melengkapi dengan riset ketahanan cabe terhadap hama dan penyakit yang digeluti Syarifin Firdaus dari Pusat Penelitian Sumberdaya Hayati dan Bioteknologi IPB (jebolan Universitas Negeri Malang), Awang Maharijaya dari Departemen Agronomi IPB, dan Hartati dari Bioteknologi LIPI Cibinong.

Menilik cabe dan tanaman lainnya dari famili Solanacea tak terpisahkan dari gastronomi dan pola makan rakyat Indonesia, maka hasil riset mereka kelak bisa sangat terasa manfaatnya. Konsumen bisa menikmati cabe kaya nutrisi (sangat bergizi) dan bebas dari residu pestisida atau obat kimia lainnya. Sementara petani juga bisa meraih margin lebih besar karena ongkos produksi murah.

Eksplorasi nutrisi dan genetiknya diupayakan meningkatkan kualitas nutrisi cabe komersial melalui introgresi (pemindahan, red) gen-gen pengendalinya dari suatu jenis ke jenis komersial.

“Ada beberapa metabolit yang dijadikan target dalam riset ini, yaitu metabolit sekunder terkait dengan kesehatan tubuh seperti vitamin C, karotenoid dan lain-lain,” ujar Wahyuni kepada detikcom saat dikunjungi di greenhouse Unifarm, Universitas Wageningen, Rabu (6/8/2008).

Riset Wahyuni ini berlangsung mulai Maret 2008 hingga 2012, dinaungi oleh kerjasama Indonesia-Belanda dengan nama Indosol Project.

Pendekatan dan Metode

Analisis metabolit sekunder tersebut dilakukan pada beberapa jenis cabe yang berasal dari beberapa negara di seluruh dunia seperti AS, Bolivia, Mexico, Suriname, dan Indonesia. Pemilihan jenis cabai didasarkan pada keunikan yang dimiliki setiap jenis cabai, termasuk warna dan bentuk buah.

Wahyuni melakukannya dengan dua pendekatan, yakni Targeted Analysis (TA) dan Untargeted Analysis (UA). TA dimaksudkan untuk menganalisis kandungan metabolit tertentu, seperti yang telah disebutkan di atas. Metode yang digunakan adalah High Performance Liquid Chromatography (HPLC).

Sementara UA dilakukan untuk mengungkap seluruh kandungan metabolit lain (selain target), sehingga didapatkan gambaran menyeluruh mengenai metabolit apa saja yang terkandung di dalam buah cabe. Metode yang digunakan dalam analisis ini adalah Liquid Chromatography-Mass Spectrometry (LC-MS) dan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS).

Hasil analisis kemudian dibandingkan antara satu jenis dengan jenis cabe yang lain, dengan membandingkan konsentrasi masing-masing metabolit dan ada tidaknya metabolit di antara jenis-jenis cabe.

Perbedaan konsentrasi metabolit selanjutnya akan dicek tingkat genetik yaitu melihat pengaturan ekspresi gen-gen yang terkait dengan produksi metabolit sekunder.

Supervisi dilakukan oleh dua pakar di bidangnya yaitu Dr Arnaud Bovy dari Plant Research Institute (PRI) Wageningen, Belanda, dan Dr Enny Sudarmonowati dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI.

Sumber: www.detik.com

Oktober 7, 2008

Manfaat Tanaman Obat

Diarsipkan di bawah: Pertanian — elsabarto @ 6:53 am

Daftar Tanaman Obat Indonesia

Data tervalidasi oleh Tim CoData Indonesia pada tahun 2000

A
Adas
Adem Ati
Ajeran
Akar Manis
Akar Wangi
Alang Alang
Alpokat
Andong
Angsana
Anting-anting
Anyang Anyang
Apel
Aren
Asam Jawa
Awar AwarB
Bandotan
Bangle
Baru Cina
Bawang Merah
Bawang Putih
Bayam
Bayam Duri
Belimbing Asam
Belimbing Manis
Belimbing wuluh
Beluntas
Benalu
Beringin
Bidara Laut
Bidara Upas
Biduri
Bligu
Blustru
Boroco
Brojo Lintang
Brokoli
Brotowali
Buah Makasar
Buah Nona
Buncis
Bunga Kenop
Bunga Matahari
Bunga Pagoda
Bunga Pukul Delapan
Bunga Tasbih
Bungli
Bungur
Bungur Kecil
Buni

C
Cabai Merah
Cabai Rawit
Cabe Jawa
Cakar Ayam
Calingcing
Ceguk
Cempaka Kuning
Cempaka Putih
Cendana
Cengkeh
Ceremai
Cincau
Ciplukan

D
Dadap Ayam
Dadap Serep
Dandang Gendis
Daruju
Daun Dewa

Daun duduk
Daun Encok
Daun Jintan
Daun Kentut
Daun Madu
Daun Sendok
Daun Senna
Daun Ungu
DelimaE
Ekor Kucing
Enau

G
Gadung
Gambir
Gandarusa
Gendola
Genje
Ginjean
Greges Otot
Gude

H
Halia

I
Iler
Inggu

J
Jagung
Jahe
Jamblang
Jambu Biji
Jambu Monyet
Jamur Kayu
Jarak
Jarak Bali
Jarak Ulung
Jarong
Jati Belanda
Jayanti
Jengger Ayam
Jeruk Nipis
Jeruk Purut
Jintan Putih
Jintan/Ajeran
Johar
Jombang
Jung Rabab

K
Kacapiring
Kaki Kuda
Kaktus Pakis Giwang
Kamboja
Kapas
Kapasan
Kapulaga
Kastuba
Katu
Kayu Manis (padang)
Kayu Putih
Kecubung
Kecubung Gunung
Kedelai
Keji Beling
Kelapa
Kelingkit Taiwan
Kelor
Kembang Bokor
Kembang Bugang
Kembang Coklat

Kembang Kertas
Kembang Pukul Empat
Kembang Sepatu Sungsang
Kembang Sore
Kembang Sungsang
Kemuning
Kenanga
Kencur
Ketepeng Cina
Ketepeng Kecil
Ketimun
Ki Tolod
Klabet
Kol Banda
Kompri
Kubis
Kubis Bunga
Kucing Kucingan
Kumis Kucing
Kunci Pepet
Kunyit
KwalotL
Lada
Landep
Landik
Legundi
Lempuyang Gajah
Lempuyang Wangi
Lengkuas
Lenglengan
Lidah Buaya
Lidah Ular
Lobak

M
Mahkota Dewa
Mahoni
Mamang Besar
Manggis
Mangkokan
Melati
Mengkudu
Meniran
Mimba
Mindi Kecil
Mondokaki
Murbei

N
Nampu
Nanas
Nanas Kerang
Ngokilo
Nona Makan Sirih

P
Pacar Air
Pacar Cina
Padi
Pala
Pandan Wangi
Pare
Patah Tulang
Patikan Cina
Patikan Kerbau
Pecut Kuda
Pecut Kuda
Pegagan
Pepaya
Permot
Petai Cina
Pinang
Pisang

Pohon Merah
Portulaka
Poslen
Prasman
Pulai
Pule Pandak
Pulutan
Putri MaluR
Rambutan
Rincik Bumi
Rumput Mutiara

S
Saga
Salam
Salvia
Sambang Darah
Sambang Getih
Sambiloto
Sambung Nyawa
Sangitan
Sangketan
Sawi Langit
Sawi Tanah
Secang
Seledri
Semanggi Gunung
Semangka
Sembung
Senggani
Sengugu
Sereh
Sesuru
Siantan
Sidaguri
Sirih
Sirsak
Sisik Naga
Som Jawa
Sosor Bebek
Srigading
Srikaya

T
Tahi Kotok
Tanduk Rusa
Tapak Dara
Tapak Kuda
Tapak Liman
Tasbeh
Tebu
Teh
Tembelekan
Tempuyung
Temu Hitam
Temu Kunci
Temu Putih
Temu Putri
Temulawak
Teratai
Teratai Kerdil
Tomat
Tunjung
Turi

U
Ubi Kayu
Urang-Aring

W
Waru
Wijaya kusuma
Wortel

Informasi ini terwujud atas kerjasama IPTEKnet dengan CODATA ICSU Indonesia
dan telah terealisasi pada tahun 2002

Blog pada WordPress.com.