Nono Elsa Barto Blog

September 29, 2009

Ustadz Punk

Diarsipkan di bawah: Lingkungan — elsabarto @ 10:25 am

Ada yang baru dalam hidupku …, beberapa waktu yg lalu kukenal keponakan dari adik iparku sebut saja namanya “Kipli”… hmmm, jadi ingat film mencari Tuhan..eh bukan, sinetron “Kiamat sudah dekat” …hehehehe

awalnya kukenal dia biasa-biasa saja…, dan jujur gak banyak tahu tentangnya. Kemudian di lebaran tahun ini [1430 H] sedikit berbeda….

“Assalamu”alaikum..! ” terdengar salam dari depan rumah, “wa”alikum salam” .. kujawab salam itu sambil membuka pintu pagar dan …. kaget bukan kepalang, mataku sedikit melotot ..seakan tak percaya melihat tamu yang satu neh… , gaya rambut botak samping, agak merah, rambut berdiri di bagian tengah, pake jaket levis ketat dengan khas manik besi dan “baut” mungkin yach…ckckck, ditambah lagi celana model paku bumi (ketat membentuk postur kaki, lancip ke bawah…. silahkan dibayangkan sendiri, hehehe maaf ngerepotin…), pokoknya aseli punk dagh….

“Silahkan masuk…”, ku berkata …., “Mhn maaf lahir bathin yow mas.. lama g ketemu, hehehehehe”, dia langsung menjabat tanganku … , jujur aku pangling (agak lupa-lupa ingat) dengan sodara jauh satu neh…. coz gayanya yg berubah total, jarang ketemu lagi ..

“Aku kipli mas….”, dia berusaha meyakinkanku bahwa aku terkenal…., eh bukan dia kenal aku hihihihihi…, akhirnya kami pun ngobrol seputar keadaan sodara-sodara..layaknya lebaran biasa….. [ kayak di TV-TV ... ^^ ]

Hingga suatu saat…
Jujur… aku masih penasaran dengan perubahan sodara yg satu neh…, namun kutahan untuk bertanya “ada apa gerangan…???”, khawatir terjadi persinggungan sisi-sisi sensitif….,
Akhirnya hari ini kutemukan jawaban itu …, Siapakah kipli sebenarnya dan ada apa dengan gaya punk ?

Adik iparku menjelaskan … kipli adalah keponakannya, anak seorang MUDIN ( pejabat pengurus nikah, kematian dsb. ), pun di halaman rumahnya terdapat masjid dan madrosah serta tempat pengajian bagi masyarakat sekitar…., setiap habis subuh dan ketika jam sekolah… Kipli mengajar beberapa mata pelajaran, termasuk menyampaikan beberapa kajian kitab kuning semisal FATHUL MU”IN. .. sehingga tak heran banyak kutemukan anak-anak kecil di daerahnya memanggil kipli dengan sebutan “USTADZ”, tentunya ngajarnya tidak pake gaya PUNK …hehehehe

Adapun berkenaan dgn gaya “punk”, hal itu sengaja dilakukan sebagai salah satu kontrol sosial, lho koq bisa…????, dari informasi yang kuterima, tidak sedikit teman-teman dari Kipli atau pemuda di daerah-daerah yang kurang beruntung… namun tetap kekeh mengikuti gaya yang dianggapnya mengikuti jaman…. aneh, mengundang perhatian dan sangar…., dari sudut ini Kipli sebagai wakil dari Bapaknya yang pemuka agama mencoba untuk masuk ke dunia mereka dengan batasan-batasan yang coba dijelas-jelaskan, sehingga tidak ada lagi istilah MOLIMO dalam pergaulan mereka, cukup punk sebatas gaya … bukan budaya, punk memiliki potensi positif bukan blow up hal-hal negatif

di samping itu, gaya punk juga Kipli gunakan untuk mengimbangi dan antisipasi gangguan secara dhohir seperti palak atau pajak non-pemerintah, coz di daerah-daerah terpencil juga ada yang namanya Gangster… meski Jadul…, yang umumnya adalah kumpulan pemuda pengangguran dan iseng. Sehingga Kipli terpaksa naek motor tanpa Helm dengan memamerkan rambut dan gaya Punk nya

ooooo …. begitu ceritanya, yes i know

Nyumbang Pendapat… boleh yach .. ^_^
Ironis memang, terlepas setuju dan tidak setuju dengan jalan Punk yang dilakukan oleh sodara kami Kipli. menurut hemat kami [ hehehe, gaya serius mode=ON ], contoh kasus ini banyak yang terlepas dari perhatian para akademisi atau pemuda yang beruntung dapat menikmati bangku kuliah bahkan tingkat sarjana tertinggi. Peran kita semua dibutuhkan di sini …

Lulus sekolah.. perhatian tertuju pada memilih tempat kuliah, Lulus kuliah.. perhatian tertuju pada mencari tempat bekerja…., ketika bekerja … perhatian tertuju pada pemenuhan target ” kerja … [oh yach ada yg kelupa ... perhatian tertuju pada "MENIKAH"]

Adakah hubungannya dengan Sholat lima waktu?
Yach… ada, [ hehehe... mekso jawabannya... ^_^ ], sekilas jawaban ini mungkin terlihat mekso.., namun jujur kami mengajak untuk memperhatikan siklus sholat lima waktu sejenak [ bukan bermaksud menggurui, namun lebih kepda berbagi saja..... OK !!! ].

Kegiatan Sholat lima waktu melatih seorang muslim untuk memiliki keshalihan dan kecerdasan sosial, ketika bangun pagi menatap dunia … dia ditantang untuk menyeimbangkan otak kanan dan kirinya, antara gerak hati, jiwa dan raganya … niat menghadap yang kuasa, kemudian dilanjutkan bekerja mencari bekal ibadah.

Ketika di tengah-tengah kesibukan, seorang muslim ditantang untuk meluangkan waktu … memanfaatkan ingatan “sampai di mana pekerjaan yang dilakukan” dan mengasah keihklasan “menghadap Sang Pencipta Alam”

Ketika di tengah-tengah kelelahan akan aktifitas seharian…, seorang muslim ditantang untuk memberikan perhatian … mengumpulkan sisa energi untuk “Berkonsentrasi”, menghadap Ilahi Robbi

Ketika Malam menjelang …., seorang muslim ditantang untuk mensyukuri… nikmat yang diberikan meski sebentar, menyambut malam yang ditinggal oleh penerang alam

ketika waktu istirahat kian mendekat….., seorang muslim ditantang untuk mengucapkan salam dalam bentuk “shalat”, menutup hari… tanpa tahu apakah ajal benar-benar dekat… apakah subuh benar-benar dapat kembali dilihat….

Maksudnya apa…???
Maksudnya adalah … seorang muslim seharusnya terlatih dengan kompleksitas kehidupan, ditengah fokus pun juga diharapkan memiliki waktu luang untuk menengok ke kiri dan ke kanan, mengasah kepedulian. Boleh jadi seorang muslim adalah pejabat negara, saudagar besar, artis atapun sekedar seseorang yang sibuk mencari sesuap nasi …, namun perlu disadari kosenp shalat lima waktu mengajarkan manusia untuk “BERBAGI”……. berbagi waktu, berbagi energi, berbagi pikiran, berbagi harta atau hanya berbagi senyuman …. meski sedikit

mari kita berbagi … perhatian untuk lingkungan kita….. mereka butuh kita dalam kebersamaan
semoga bermanfaat…

Pasuruan, 26 September 2009

Caksyam.

SYAWALAN

Diarsipkan di bawah: Lingkungan — elsabarto @ 10:18 am

Syawalan, dari kata Syawal, nama bulan sesudah Ramadhan, ialah amalan yang dilakukan di bulan Syawal, jelasnya puasa enam hari di bulan Syawal. Orang Jawa menyebutnya ‘nyawal’. Puasa ini dibandingkan dengan puasa-puasa sunat lainnya mempunyai sedikit keunikan, yaitu bisa menyempurnakan nilai puasa Ramadhan menjadi setahun penuh. Sebagaimana disabdakan baginda Rasulullah saw, ”Siapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti puasa enam hari di bulan Syawal, maka (nilainya) sama dengan puasa setahun penuh,” (HR Muslim).

Di samping itu, puasa Syawal dapat menutup berbagai kekurangan dalam puasa Ramadhan, sebagaimana umumnya amalan-amalan sunat. Ini ditegaskan dalam sebuah hadis, ”Pertama-tama amalan manusia yang akan dihisab oleh Allah di hari kiamat ialah shalatnya. Tuhan berkata kepada malaikat-Nya, padahal Dia Maha Tahu, ‘Lihatlah shalat hamba-Ku, apakah sudah sempurna ataukah masih ada kekurangannya? Kalau sudah sempurna maka tulislah ‘’sempurna”, dan kalau ada kekurangnnya barang sedikit, maka lihatlah apakah dia mempunyai cadangan sunat. Kalau ada, sempurnakanlah kekurangannya itu dengan cadangan sunatnya tadi. Setelah itu, semua amal akan diambil (diperhitungkan) dengan perhitungan seperti ini’.” (HR Abu Dawud).

Hadis di atas sekalipun berbicara dalam konteks shalat, tetapi karena diakhiri dengan ”kemudian semua amal akan diambil/diperhitungkan dengan perhitungan seperti ini”, maka oleh para ulama fikih dijadikan acuan bahwa semua amalan wajib dalam Islam akan diperiksa dengan standar nilai dasar, kemudian jika ada kekurangannya akan ditutup dengan pahala amalan sunat.

Sayid Sabiq, dalam Fiqhus Sunnah, mengatakan, ”Disyari’atkannya amalan sunat adalah untuk menutupi kekurangan yang barangkali ada dalam amalan wajib.” (Juz I, hlm 153). Justru itu dalam semua amalan wajib pasti di sana ada amalan sunatnya. Sehingga, dalam daftar ibadah wajib pasti akan kita jumpai ibadah sunat, misalnya: Shalat wajib juga shalat sunat, puasa wajib juga puasa sunat, haji wajib juga haji sunat, zakat wajib juga sedekah sunat, dsb.

Dari segi lain, amalan sunat juga dapat mengangkat derajat ke posisi yang lebih baik bagi orang-orang yang amalan wajibnya sudah sempurna, sebagai penghargaan Allah untuk hamba-Nya yang muttaqin.

Dilihat dari segi ini, maka puasa enam hari di bulan Syawal (syawalan) mempunyai tiga fungsi: melipatkan pahala, menggenapi kekurangan, dan menempatkan seseorang pada posisi lebih tinggi. Dan, kalau kita kaitkan dengan tujuan puasa serta makna Id adalah peningkatan takwa, maka puasa enam hari Syawal merupakan indikator ketakwaan. Dan, kalau kita kaitkan dengan arti Syawal, yaitu ‘bangkit’, maka puasa enam hari Syawal adalah indikator kebangkitan dalam mengemban misi agama, yang dalam pelaksanaannya tidak ‘pilah’ dan ‘pilih’. Semuanya akan dilaksanakan dengan tuntas.

Kini, Syawal masih beberapa hari lagi, sementara pelaksanaan nyawal tidak harus langsung sesudah Id dan berturut-turut. Mari kita lipatkan pahala, tutup kekurangan dan raih posisi yang tinggi.

By Mu’ammal Hamaidy
sumber : REPUBLIKA ONLINE

September 18, 2009

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H – Mohon Maaf Lahir dan Batin

Diarsipkan di bawah: Internet Stuff — elsabarto @ 8:48 am

Taqabbalallahu minna wa minkum wa ja’alana minal ‘aidin wal faidzin.
Semoga Allah menerima puasa kita dan menjadikan kita kembali dalam keadaan suci dan termasuk orang-orang yang mendapat kemenangan.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430H – Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Elsabarto

September 5, 2009

Baca Tempatmu Kelak Di Akhirat Sebelum Engkau Ledakkan – Ustadz Abu Zubair al Hawaary, Lc.

Diarsipkan di bawah: Internet Stuff — elsabarto @ 6:40 am

Isi: Kajian Merupakan Bedah Buku Kecil yang berisikan tentang Hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was Salam tentang larangan menakut-nakuti kaum muslimin dan haramnya menumpahkan darah kaum muslimin secara sengaja. Sebuah renungan bagi seluruh ummat bahwasanya Islam berlepas diri dari tuduhan bahwasanya ia adalah agama teror. Mudah-mudahan dapat disebarkan untuk seluruh kaum muslimin dan dapat diambil manfaat sebesar-besarnya. Kami ucapkan jazakallahu khairon untu bisa menyebarkan 2 file tersebut kepada siapa saja yang ingin mencari kebenaran dan teguh dalam manhaj para sahabat yang Allah Ridho kepada mereka dan Mereka Ridho kepada Allah.

Kajian diadakan pada pertengahan bulan Juli 2009. Pada Majelis Tafsir dan Hadits Adabul Mufrod di Masjid Fathimah Jl. Paus Ujung Pekanbaru. Kajian Setiap Ahad Pagi di asuh oleh Ust. Abuz Zubeir Al Hawaary, Lc (Pimpinan Radio Hidayah 103.4 FM Pekanbaru)

Silakan download pada link di bawah ini.

Download # sesi 1 Baca Tempatmu Kelak di Akhirat Sebelum Engkau Meledakkan

Download #sesi 2 Baca Tempatmu Kelak di Akhirat Sebelum Engkau Meledakkan

Sumber: http://www.arribaath.com/

Mirror: Sesi 1Sesi 2

Blog pada WordPress.com.