Nono Elsa Barto Blog

April 30, 2009

VectorLinux

Diarsipkan di bawah: Linux — elsabarto @ 8:07 am

VectorLinux is a fast, light-weight Linux distribution with hand picked, well integrated software that is designed to work well on older hardware, and positively flies on modern computers. For your convenience it comes in four “editions” or flavors.

Powerful + Full Featured + Extras

VectorLinux Deluxe Edition:

This edition is available as a mail order CD and purchased High Speed Downloads, containing our standard edition plus numerous additional applications specific to that VL version. The CD includes lot of extra applications which you can add at will to build the system which best fits your requirements. Additional included applications are KDE,  OpenOffice and E17 amongst many others. 
This edition would suit those without high-speed Internet connections and/or those who would like to help contribute to the VectorLinux community.

Read More…     Go to Store

Fast + Powerful + Modern

VectorLinux Standard Edition:

This is our foundation edition – a freely downloadable distribution, which includes best of breed applications for every task and is specifically designed for use on older computers with slower processors and less RAM, or for those who appreciate bloat-free distributions. Features include the fast Xfce desktop environment, multimedia, email, web browsing, word processing, spreadsheets, and networking applications. It forms the stable base of our other editions and is ideally suited for an Internet workstation.

Read More…     VL Standard download page.

Productivity + KDE + OpenOffice

VectorLinux SOHO Edition:

The SOHO (Small Office/Home Office) Edition maintains the VectorLinux philosophy of speed and stability, but is designed for modern computers and is based around the KDE desktop environment. Applications include OpenOffice, Java, the Gimp, Xsane, CUPS, Xara XTreme, financial applications, and many others. Everything is pre-installed and tweaked for maximum performance and ease of use. VL5.8-SOHO is available as a mail order CD from our CD Store or as a freely downloadable ISO. Our newer version of SOHO (VL5.9-SOHO) is available  for purchase from our CD Store.

Go to Store

Small + Stable + Configurable

VectorLinux Light Edition: 

The Light Edition maintains the VectorLinux philosophy of speed and stability, but is designed for older computers, for those with hard disk space concerns, for those who are not easily able to download a full 700MB ISO, or for those who appreciate bloat-free, fast computing. It is based upon the lightweight and fast JWM and Fluxbox window managers. It is supplied with Opera as the browser/email/chat client and also includes some of the applications found in our Standard Edition. This distro edition is usable on computers with only 64MB of RAM.

VL Light download page.

Vector + Portable

VectorLinux LIVE Editions:

 The LIVE Editions are bootable CDROM’s which contain the entire VectorLinux operating system on the CD. This enables the user to test a distribution on their system without the need of re-partitioning and installing to the hard drive. They also enable the user to use their favorite operating system on any computer, without affecting the computer for future users. If you desire you can actually also install the LIVE Editions to your hard drive, but it is recommended you choose our Standard or SOHO Edition instead if you wish to do this.

VectorLinux presently has two Live Editions: Standard and SOHO. The latest edition is a Preview of the Deluxe Edition.

Standard Live CD download page.      SOHO Live CD download page.

Hardware Requirements:

 

Standard Edition: Pentium 200 or better, 96MB RAM, 2.1GB hard drive space for system only, more for your data.

SOHO Edition: Pentium 750 or better, 128MB RAM minimum, 3.1GB hard drive space for system only, more for your data, video and monitor capable of 1024×768 resolution at 24 bits color.

Light Edition: Pentium 166 or better, 64MB RAM minimum, 1.8GB hard drive space for full system – more for your data.

Live Editions: Pentium 750 or better, 256MB RAM minimum, video and monitor capable of 1024×768 resolution at 24 bits colour. For the Beryl version you will need a modern video card.

Comparative Table for Older Versions: 
For more information, there is a comparative table of features and hardware requirements for our older versions HERE

Source : vectorlinux.com  >>> Installation Guide

Saat ini saya menggunakan distro ini secara dualboot pada notebook P4 Mobile 1.7 GHz, HDD 60 Gb, RAM 512, Radeon Mobility 9100, Wifi, semua driver terdeteksi dengan baik dan distro ini berjalan sangat responsif, ringan dan cepat pada resource tersebut.

Alasan menggunakan distro ini pada notebook saya karena optical drivenya sudah lemah sehingga untuk instalasi menggunakan cara instalasi ISO Linux melalui DOS menggunakan loadlin. File yang diperlukan untuk instalasi ini bisa Anda peroleh/ekstrak dari ISO file Vector Linux menggunakan winrar.

Cara instalasi ISO Linux adalah sebagai berikut :

!!! Vector Linux: ISO-file Install Method ISO-file install method allow you to install Vector Linux using the downloaded ISO-file, without having to burn it into a CD-ROM. —————— !!!

Your Situation:

* The computer is running a Windows or a Linux OS

* The computer has plenty of harddisk space

* You cannot (or do not want to) burn a CDROM ————— !! Windows HOST You should have Windows running well on the computer.

Go to Vector Linux FTP site, download the following files:

* the ISO file (e.g: vl-5.0.iso), put it on top level directory (C:\, D:\, etc). * install/loadlin/loadlin.exe to C:\loadlin

* isolinux/initrd.img to C:\loadlin * isolinux/kernel/sata to C:\loadlin Shutdown Windows to DOS mode, then here we go:

cd C:\loadlin
loadlin sata initrd=initrd.img root=/dev/ram rw

————– !! Linux HOST If you have another Linux running well on the computer, this gonna be a piece of cake:

* Download the VL ISO, put it to $HOME/vinstall

* Download install/vinstall/vinstall-iso, to $HOME/vinstall Make sure the host is not running X-Window and services (see the CDROM + Linux host method). Then here is the cake:

## Go to vinstall directory
cd /home/vinstall

## Now install using the ISO
./vinstall-iso vl-5.0.iso

April 25, 2009

EMPATI

Diarsipkan di bawah: Lingkungan — elsabarto @ 5:40 am

Penulis : Andi F Noya

 

Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat saji di
kawasan Bintaro. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah
berkemas. Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah saya yang
memelas karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk
tetap melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak.

Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran. Ada
yang menghitung uang, mengemas peralatan masak, mengepel lantai dan ada
pula yang membersihkan dan merapikan meja-meja yang berantakan.

Saya membayangkan rutinitas kehidupan mereka seperti itu dari hari ke
hari. Selama ini hal tersebut luput dari perhatian saya. Jujur saja, jika
menemani anak-anak makan di restoran cepat saji seperti ini, saya tidak
terlalu hirau akan keberadaan mereka. Seakan mereka antara ada dan tiada.
Mereka ada jika saya membutuhkan bantuan dan mereka serasa tiada jika saya
terlalu asyik menyantap makanan.

Namun malam itu saya bisa melihat sesuatu yang selama ini seakan tak
terlihat. Saya melihat bagaimana pelayan restoran itu membersihkan
sisa-sisa makanan di atas meja. Pemandangan yang sebenarnya biasa-biasa
saja. Tetapi, mungkin karena malam itu mata hati saya yang melihat,
pemandangan tersebut menjadi istimewa.

Melihat tumpukan sisa makan di atas salah satu meja yang sedang
dibersihkan, saya bertanya-tanya dalam hati: siapa sebenarnya yang baru
saja bersantap di meja itu? Kalau dilihat dari sisa-sisa makanan yang
berserakan, tampaknya rombongan yang cukup besar. Tetapi yang menarik
perhatian saya adalah bagaimana rombongan itu meninggalkan sampah bekas
makanan.

Sungguh pemandangan yang menjijikan. Tulang-tulang ayam berserakan di atas
meja. Padahal ada kotak-kotak karton yang bisa dijadikan tempat sampah.
Nasi di sana-sini. Belum lagi di bawah kolong meja juga kotor oleh
tumpahan remah-remah. Mungkin rombongan itu membawa anak-anak.

Meja tersebut bagaikan ladang pembantaian. Tulang belulang berserakan.
Saya tidak habis pikir bagaimana mereka begitu tega meninggalkan sampah
berserakan seperti itu. Tak terpikir oleh mereka betapa sisa-sisa makanan
yang menjijikan itu harus dibersihkan oleh seseorang, walau dia seorang
pelayan sekalipun.

Sejak malam itu saya mengambil keputusan untuk membuang sendiri sisa
makanan jika bersantap di restoran semacam itu. Saya juga meminta
anak-anak melakukan hal yang sama. Awalnya tidak mudah. Sebelum ini saya
juga pernah melakukannya. Tetapi perbuatan saya itu justru menjadi bahan
tertawaan teman-teman. Saya dibilang sok kebarat-baratan. Sok menunjukkan
pernah
ke luar negeri. Sebab di banyak negara, terutama di Eropa dan Amerika,
sudah jamak pelanggan membuang sendiri sisa makanan ke tong sampah.
Pelayan terbatas karena tenaga kerja mahal.

Sebenarnya tidak terlalu sulit membersihkan sisa-sisa makanan kita.
Tinggal meringkas lalu membuangnya di tempat sampah. Cuma butuh beberapa
menit. Sebuah perbuatan kecil. Tetapi jika semua orang melakukannya,
artinya akan besar sekali bagi para pelayan restoran.

Saya pernah membaca sebuah buku tentang perbuatan kecil yang punya arti
besar. Termasuk kisah seorang bapak yang mengajak anaknya untuk
membersihkan sampah di sebuah tanah kosong di kompleks rumah mereka.
Karena setiap hari warga kompleks melihat sang bapak dan anaknya
membersihkan sampah di situ, lama-lama mereka malu hati untuk membuang
sampah di situ.

Belakangan seluruh warga bahkan tergerak untuk mengikuti jejak sang bapak
itu dan ujung-ujungnya lingkungan perumahan menjadi bersih dan sehat.
Padahal tidak ada satu kata pun dari bapak tersebut. Tidak ada slogan,
umbul-umbul, apalagi spanduk atau baliho. Dia hanya memberikan
keteladanan. Keteladanan kecil yang berdampak besar.

Saya juga pernah membaca cerita tentang kekuatan senyum. Jika saja setiap
orang memberi senyum kepada paling sedikit satu orang yang dijumpainya
hari itu, maka dampaknya akan luar biasa. Orang yang mendapat senyum akan
merasa bahagia. Dia lalu akan tersenyum pada orang lain yang dijumpainya.
Begitu seterusnya, sehingga senyum tadi meluas kepada banyak orang.
Padahal
asal mulanya hanya dari satu orang yang tersenyum.

Terilhami oleh sebuah cerita di sebuah buku “Chiken Soup”, saya kerap
membayar karcis tol bagi mobil di belakang saya. Tidak perduli siapa di
belakang. Sebab dari cerita di buku itu, orang di belakang saya pasti akan
merasa mendapat kejutan. Kejutan yang menyenangkan. Jika hari itu dia
bahagia, maka harinya yang indah akan membuat dia menyebarkan virus
kebahagiaan tersebut kepada orang-orang yang dia temui hari itu. Saya
berharap virus itu dapat menyebar ke banyak orang.

Bayangkan jika Anda memberi pujian yang tulus bagi minimal satu orang
setiap hari. Pujian itu akan memberi efek berantai ketika orang yang Anda
puji merasa bahagia dan menularkan virus kebahagiaan tersebut kepada
orang-orang di sekitarnya.

Anak saya yang di SD selalu mengingatkan jika saya lupa mengucapkan kata
“terima kasih” saat petugas jalan tol memberikan karcis dan uang
kembalian. Menurut dia, kata “terima kasih” merupakan “magic words” yang
akan membuat orang lain senang. Begitu juga kata “tolong” ketika kita
meminta bantuan orang lain, misalnya pembantu rumah tangga kita.

Dulu saya sering marah jika ada angkutan umum, misalnya bus, mikrolet,
bajaj, atau angkot seenaknya menyerobot mobil saya. Sampai suatu hari
istri saya mengingatkan bahwa saya harus berempati pada mereka. Para supir
kendaraan umum itu harus berjuang untuk mengejar setoran. “Sementara kamu
kan tidak mengejar setoran?” Nasihat itu diperoleh istri saya dari
sebuah tulisan almarhum Romo Mangunwijaya. Sejak saat itu, jika ada
kendaraan umum yang menyerobot seenak udelnya, saya segera teringat
nasihat istri tersebut.

Saya membayangkan, alangkah indahnya hidup kita jika kita dapat membuat
orang lain bahagia. Alangkah menyenangkannya jika kita bisa berempati pada
perasaan orang lain. Betapa bahagianya jika kita menyadari dengan membuang
sisa makanan kita di restoran cepat saji, kita sudah meringankan pekerjaan
pelayan restoran.

Begitu juga dengan tidak membuang karcis tol begitu saja setelah membayar,
kita sudah meringankan beban petugas kebersihan. Dengan tidak membuang
permen karet sembarangan, kita sudah menghindari orang dari perasaan kesal
karena sepatu atau celananya lengket kena permen karet.

Kita sering mengaku bangsa yang berbudaya tinggi tetapi berapa banyak di
antara kita yang ketika berada di tempat-tempat publik, ketika membuka
pintu, menahannya sebentar dan menoleh kebelakang untuk berjaga-jaga
apakah ada orang lain di belakang kita? Saya pribadi sering melihat orang
yang membuka pintu lalu melepaskannya begitu saja tanpa perduli orang di
belakangnya terbentur oleh pintu tersebut.

Jika kita mau, banyak hal kecil bisa kita lakukan. Hal yang tidak
memberatkan kita tetapi besar artinya bagi orang lain. Mulailah dari
hal-hal kecil-kecil. Mulailah dari diri Anda lebih dulu. Mulailah sekarang
juga.

April 12, 2009

Release Zencafe 2.0

Diarsipkan di bawah: Linux — elsabarto @ 9:20 am

Zencafe versi ini berbasis distro Zenwalk terbaru dan kernel 2.6.28.7. Utamanya didesain untuk digunakan pada desktop internet cafe, Zencafe dipoles sedemikian rupa agar mudah digunakan, meskipun untuk pemakai yang tidak memiliki pengetahuan teknis. Termasuk didalamnya autorecovery dan internet cafe management software / billing system , Zencafe solusi linux yang terbaik dan pertama untuk internet cafe Anda.

 

 

APA YANG BARU?
Lebih menunjang webcam
Langkah instalasi yang mudah
Keyboard shortcut yang umum
Tambahan aplikasi dalam folder Additional, yaitu aplikasi yang umum digunakan pada internet cafe
Klik kanan dengan menu berbeda
Beberapa ikon mimetype baru
Dan banyak lagi…

PERSYARATAN PERANGKAT KOMPUTER
Pentium III class processor
128 Mb RAM
3 Gb Harddisk

SOFTWARE YANG TERMASUK DIDALAMNYA
GNU/Linux Operating System, kernel 2.6.28.7
OpenOffice.org 3 (Office Applications)
Firefox (Internet Browser)
Pidgin and Gyachi (Instant Messenger)
Cafe Con Leche (Internet Cafe Management Software / Billing)
Autorecovery (Kiosk mode protection, “sejenis deepfreeze”)
Dan banyak lagi…

Ingin mencobanya ? :D silahkan menuju Halaman Download
ingin melihat lebih banyak screenshots Klik Disini

 

sumber : http://www.zencafe.web.id/

April 7, 2009

Ubuntu (Linux ) Menangkap Virus

Diarsipkan di bawah: Linux — elsabarto @ 4:51 am

Ini dia kisah Ubuntu yang menangkap virus itu:

1. Saat mencolok USB disk yang dipakai di warnet, Autoraun. inf di blokkir

virus ditangkap saat mencolok usb disk  

virus ditangkap saat mencolok usb disk

2.Virus di cari dengan fasilitas search file Ubuntu. Keywords: *.inf, *.lnk, *.scr, *.exe (duplikat folder & file dokumen)

virus dicari dan dieliminir menggunakan search file ubuntu  

virus dicari dan dieliminir menggunakan search file ubuntu

3. Konfirmasi sebelum menghapus file yang dicurigai sebagai virus. Hati-hati, jangan menghapus file lain.

 

virus dihapus  

virus dihapus

4. Tada, bebas virus tanpa anti virus!  :-)

Written by amrinz
Permalinks: Bukan Sulap Bukan Magic: Ubuntu Menangkap Virus!   (& sedikit pengurangan-penambahan)

Seorang Yang Dermawan – Wajib Kita Lihat

Diarsipkan di bawah: Lingkungan — elsabarto @ 4:49 am

Jika anak ini bisa membantu, mengapa “kita yang lebih baik” tidak?

Ia berjalan di depan meja ‘donation’, kami berpikir: ‘dia akan lewat…’

derm1

 

“Saya ingin menyumbang!” 
Ia menuang koin dari mangkuknya. 
Para petugas mengulurkan tangan ingin membantu, 
tapi dia ingin melakukannya dengan tangannya sendiri.

derm2

 

Kami semua tak bisa berkata-kata, 
ia memberikan semua yang diperolehnya 
kepada Lembaga Amal dengan usahanya sendiri.

derm3

 

“Saya masih punya uang.” 
Ia berkata dengan antusias sambil merogoh saku celananya.

derm4

 

Ia mengambil beberapa lembar uang 10 dollar 
dan … menyumbang!

derm5

Orang Bijak Mengatakan, ” Sesungguhnya jika kita berbuat kebaikan, 
Kita BUKAN hanya sedang membantu orang atau mahkluk lain, 
Namun sesungguhnya kita sedang membantu diri kita sendiri agar menjadi lebih bahagia. 
Temukan kebahagiaan dengan memberi “

repost from sonokeling

April 3, 2009

Tips Berwirausaha

Diarsipkan di bawah: Lingkungan — elsabarto @ 6:02 am

 

Memulai usaha itu memang sungguh luar biasa sulit. Tidak hanya diperlukan modal, tetapi juga tekad, keterampilan, pengetahuan, naluri dan ketekunan. Benarkah hanya itu? Tetapi apa saja yang menentukan keberhasilan kita dalam berwirausaha.

Syukurlah kita sangat banyak terbantu dengan banyaknya para pengusaha sukses yang dengan tulus membagikan kiat-kiat suksesnya untuk kita

Ketekunan

Seseorang pengusaha sukses di bidang medis dan pendidikan mengatakan bahwa yang terpenting dalam berwirausaha adalah “ketekunan.” Dia juga memberikan contoh banyaknya pengusaha sukses yang justru tidak sukses dalam pendidikannya. Justru orang-orang yang mempunyai nilai akademis yang tinggi biasanya malah tidak sukses dalam dunia usaha.

Berani Mengambil Resiko

Seseorang yang lain juga menonjolkan sifat-sifat keberanian dari seorang pengusaha. Seorang pengusaha harus berani mengambil resiko walau pun secara perhitungan matematis mungkin tampak tidak menguntungkan, tetapi justru seringkali malah menguntungkan. Bahkan keuntungannya tidak sedikit, tetapi banyak sekali.

Terampil & Tidak Putus Asa

Biasanya pengusaha sukses itu pernah mengalami beberapa/banyak kegagalan. Tetapi karena mereka tidak mengenal putus asa dan selalu bangkit, selain memperoleh pelajaran dari pengalaman, mereka jadi terampil dalam mengatasi banyak hal dalam berwirausaha.

Berdoa

Rupanya para pengusaha sukses juga rajin berdoa. Maklum saja karena selama berwirausaha mereka seringkali mempertaruhkan segalanya, termasuk hidupnya & keluarganya demi kegiatan berwirausahanya.

Seseorang konsultan usaha pernah memberikan ilustrasi tentang pentingnya doa bagi pengusaha.

Kalau saya memulai usaha sendiri, sudah pasti saya & keluarga akan berdoa dengan sangat khusuk & tekun untuk memohon agar usaha saya berhasil. Tetapi jika saya berwirausaha bersama banyak teman, maka yang turut berdoa akan lebih banyak lagi, tidak hanya saya dan keluarga saya, tetapi juga mereka dan keluarga mereka.

Berani Berubah

Seorang yang memulai usaha sendirinya harus berani menghadapi perubahan yang bakal mengubah seluruh hidupnya. Perubahan itu bisa positif mau pun negatif. Tetapi sebagai langkah awal, para pemula harus memiliki tekad yang kuat untuk mau berubah dan menghadapi segala tantangan yang bakal menghadangnya.

Seseorang konsultan memberikan tes bagi para pemula atau pengusaha kurang sukses yang ingin memulai usahanya atau yang ingin agar usahanya sukses. Tes yang dilakukan sangat sederhana dan dilakukan saat konsultan tersebut bertemu calon kliennya untuk pertama kali.

Biasanya para pemula atau pengusaha kurang sukses tersebut ingin segera mendapatkan konsultasi atau resep-resep mujarab yang instan demi kesuksesan atau kelanggengan usahanya. Tetapi sebelum melakukan konsultansi, sang konsultan menilainya dan memberikan test.

Suatu ketika sang konsultan menemui calon klien yang tampak bangga dengan kumisnya. Memang kumisnya sangat rapi dan bagus bentuknya. Dengan kumisnya itu, sang calon jadi tampak gagah & ganteng. Sesekali sang calon merapikan kumisnya dengan tangannya untuk memperbaiki bentuknya.

Sang konsultan memberikan tes baginya, yaitu dengan menyuruhnya untuk mencukur habis kumisnya. Tetapi kontan sang calon menolak dan akhirnya sang konsultan menolak menanganinya dan mengatakan bahwa dia tidak berani menerima dan menghadapi perubahan yang sebenarnya sangat penting dalam dunia usaha.

Pandai Mengelola

Seseorang pernah berkata: “Pengusaha yang sukses itu adalah pengusaha yang mampu mempekerjakan orang-orang yang cerdas di bidangnya.” Memang benar adanya. Kesuksesannya ditopang oleh para pekerjanya yang berkompeten di bidangnya. Nah, dengan demikian para pengusaha harus mampu memilih dan mempekerjakan orang-orang seperti ini.

Selain dapat mengelola sumberdaya manusia, para pengusaha juga harus pandai mengelola sumber daya yang lain, misalnya aset, keuangan, dll. Kemampuan mengelola ini justru seringkali tidak ditemui di orang-orang cerdas yang akhirnya menjadi karyawan dari si pengusaha.

Seger & Pinter

Ini ada sebuah nasehat dari seorang motivator usaha:

“Kalau badan Anda segar, jadilah militer. Kalau otak Anda pinter, jadilah profesor. Tapi kalau badan Anda seger dan otak Anda pinter, jadilah wirausahawan.”

Jadi dia menekankan pentingnya kesegaran tubuh dan kepintaran otak. Syukurlah jika kita bisa memiliki keduanya. Paling tidak modal sukses sudah ada pada kita.
Kemauan Terus Belajar

Seorang pengusaha sukses pernah berkata bahwa semua usahanya, baik yang gagal mau pun berhasil itu adalah tempat belajarnya. Dan dia mau untuk terus mempelajari setiap usahanya. Bahkan tidak hanya mempelajari apa yang telah dia peroleh dari pengalamannya atau dari teori atau buku, dia juga melakukan percobaan-percobaan dan bermanuver dalam usahanya. 

sumber : muslimdaily.net

Blog pada WordPress.com.