Nono Elsa Barto Blog

Maret 27, 2009

HP USB Disk Storage Format Tool

Diarsipkan di bawah: Windows — elsabarto @ 9:49 am

Bisa dicoba untuk memformat flashdisk yang sudah error.

This utility will format any USB flash drive, with your choice of FAT, FAT32, or NTFS partition types.

Optionally you can also make the disk BOOTABLE by specifying a file location. Use the Windows 98 system files available here. Berguna untuk melakukan proses instalasi windows pada netbook melalui dos prompt usb bootable.

FIXES:

  • Allows creation of a FAT32 volume larger than 32 GB.
  • Fixes installation issue where installation process stopped after the earlier version of software was uninstalled and the new software was not automatically installed. The installation process now restarts automatically to install the new software after uninstalling the older version.

 

Download Site

sumber : extremeoverclocking.com

Maret 22, 2009

Kisah Sukses Honda

Diarsipkan di bawah: Internet Stuff — elsabarto @ 9:25 am

 

Amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada kendaraan bermerek Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merek kendaran ini memang selalu menyesaki padatnya lalu lintas. Karena itu barangkali memang layak disebut sebagai raja jalanan.

Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri kerajaan bisnis Honda — Soichiro Honda — selalu diliputi kegagalan saat menjalani kehidupannya sejak kecil hingga berbuah lahirnya imperium bisnis mendunia itu. Dia bahkan tidak pernah bisa menyandang gelar insinyur. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru.

Saat merintis bisnisnya, Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun, ia terus bermimpi dan bermimpi. Dan, impian itu akhirnya terjelma dengan bekal ketekunan dan kerja keras.

‘Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya di sekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur Soichiro, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever.

Kecintaannya kepada mesin, jelas diwarisi dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah. Di kawasan inilah dia lahir. Kala sering bermain di bengkel, ayahnya selalu memberi catut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya.

Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906 ini dapat berdiam diri berjam-jam. Tak seperti kawan sebayanya kala itu yang lebih banyak menghabiskan waktu bermain penuh suka cita. Dia memang menunjukan keunikan sejak awal. Seperti misalnya kegiatan nekad yang dipilihnya pada usia 8 tahun, dengan bersepeda sejauh 10 mil. Itu dilakukan hanya karena ingin menyaksikan pesawat terbang.

Bersepada memang menjadi salah satu hobinya kala kanak-kanak. Dan buahnya, ketika 12 tahun, Soichiro Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Sampai saat itu, di benaknya belum muncul impian menjadi usahawan otomotif. Karena dia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya selalu rendah diri.

Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke kota, untuk bekerja di Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja di situ, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, Saka Kibara mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.

Di Hamamatsu prestasi kerjanya kian membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya tak jarang hingga larut malam, dan terkadang sampai subuh. Yang menarik, walau terus kerja lembur otak jeniusnya tetap kreatif.

Kejeniusannya membuahkan fenomena. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik untuk kepentingan meredam goncangan. Menyadari ini, Soichiro punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luar biasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia.

Pada usia 30 tahun, Honda menandatangani patennya yang pertama. Setelah menciptakan ruji. Lalu Honda pun ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Mulai saat itu dia berpikir, spesialis apa yang dipilih? Otaknya tertuju kepada pembuatan ring piston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada 1938.

Lalu, ditawarkannya karya itu ke sejumlah pabrikan otomotif. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring Piston buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu dan menyesalkan dirinya keluar dari bengkel milik Saka Kibara.

Akibat kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal ring pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin.

Siang hari, setelah pulang kuliah, dia langsung ke bengkel mempraktekkan pengetahuan yang baru diperoleh. Tetapi, setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.

”Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya,” ujar Honda, yang diusia mudanya gandrung balap mobil. Kepada rektornya, ia jelaskan kuliahnya bukan mencari ijazah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.

Tapi dikeluarkan dari perguruan tinggi bukan akhir segalanya. Berkat kerja kerasnya, desain ring pinston-nya diterima pihak Toyota yang langsung memberikan kontrak. Ini membawa Honda berniat mendirikan pabrik. Impiannya untuk mendirikan pabrik mesinpun serasa kian dekat di pelupuk mata.

Tetapi malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana kepada masyarakat. Bukan Honda kalau menghadapi kegagalan lalu menyerah pasrah. Dia lalu nekad mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Namun lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar, bahkan hingga dua kali kejadian itu menimpanya.

Honda tidak pernah patah semangat. Dia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, untuk digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Penderitaan sepertinya belum akan selesai. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik ring pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.

Akhirnya, tahun 1947, setelah perang, Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya akibat krisis moneter itu. Padahal dia ingin menjual mobil itu untuk membeli makanan bagi keluarganya.

Dalam keadaan terdesak, ia lalu kembali bermain-main dengan sepeda pancalnya. Karena memang nafasnya selalu berbau rekayasa mesin, dia pun memasang motor kecil pada sepeda itu. Siapa sangka, sepeda motor– cikal bakal lahirnya mobil Honda — itu diminati oleh para tetangga. Jadilah dia memproduksi sepeda bermotor itu.

Para tetangga dan kerabatnya berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Lalu Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobilnya, menjadi raja jalanan dunia, termasuk Indonesia.

Semasa hidup Honda selalu menyatakan, jangan dulu melihat keberhasilanya dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. ”Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99 persen kegagalan saya,” tuturnya. Ia memberikan petuah, ”Ketika Anda mengalami kegagalan, maka segeralah mulai kembali bermimpi. Dan mimpikanlah mimpi baru.”

Jelas kisah Honda ini merupakan contoh, bahwa sukses itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, dan hanya berasal dari keluarga miskin.

Sumber : republika.co.id

Maret 15, 2009

Berwirausahalah Pemuda-pemuda Indonesia

Diarsipkan di bawah: Internet Stuff — elsabarto @ 3:46 am

Mark Zuckerberg

Mark Zuckerberg, mahasiswa universitas Harvard yang menemukan Facebook sebagai satu platform jaringan sosial bagi remaja di perguruan tinggi ketika dia baru berusia 19 tahun. Facebook kini merupakan situs web jaringan sosial terbesar kedua setelah MySpace. Facebook terus tumbuh hari demi hari, dengan jutaan pengguna baru yang terus mendaftar setiap bulan!

 

Larry Page dan Sergey Brin

Menemukan Google pada tahun 1998 ketika mereka baru berusia 24 tahun. Mulai di dalam garasi yang menjadi “kantor” pertama mereka, dua orang ini mengilhami ribuan anak muda untuk mencari uang online. Larry dan Sergey kemudian menciptakan perusahaan senilai satu multi milyar dollar yang mengguncangkan Internet.

 

Steve Chen dan Chad Hurley

Para pencipta dari situs web “berbagi video online”, YouTube. Mereka mendirikan YouTube pada 2005 ketika Chad berusia 28 tahun dan Steve 27 tahun. YouTube kemudian diakuisisi oleh Google dengan nilai $1.65 milyar.

 

Jerry Yang dan David Filo

Di tahun 1995 kedua orang ini menemukan Yahoo!, mesin pencari yang merupakan saingan terdekat Google. Jerry berusia 26 tahun dan David Filo 28 tahun ketika mereka menciptakan Yahoo! Kedua orang ini sekarang mungkin lagi hangat-hangatnya dibicarakan orang-orang, setelah Microsoft meluncurkan tawaran senilai US$44.6 milyar untuk mengambil alih Yahoo!

 

Matt Mullenweg

Matt Mullenweg baru berusia 19 tahun ketika ia menciptakan platform blogging yang kini dipakai dimana-mana. Ia mendirikan platform blogging WordPress pada tahun 2005, dan sejak itu blogosphere pun mulai berevolusi. Orang-orang mulai berpindah dari MovableType dan platform lainnya ke WordPress, karena platform baru ini memang mudah dipakai dan selalu diperbaharui dan terus meningkat.

 

Tom Anderson

Menciptakan jaringan sosial #1 di dunia dengan lebih dari 100 juta pengguna, Tom Anderson mendirikan MySpace di tahun 2004 ketika ia baru berusia 23 tahun. Dia mungkin tidak sekaya Mark Zuckerberg, tapi ia tercatat sebagai pendiri dari jaringan sosial yang dipakai paling luas di Internet.

 

Joe Hewitt & Blake Ross

Pada tahun 2003, Blake Ross mendirikan Mozilla ketika dia baru berusia 19 tahun. Sejak itu, Mozilla tumbuh sangat pesat, menggoda pengguna Internet untuk memakai penjelajah Firefox Mozilla mereka sendiri, yang terbukti memang lebih mudah dioperasikan dibandingkan kebanyakan aplikasi penjelajah web lainnya.

 

Pierre Omidyar

Pada tahun 1995 ketika ia baru berusia 28 tahun, Pierre Omidyar mendirikan eBay, lelangan online sedunia. Sejak itu, banyak orang-orang menghargai penemuannya, sehingga mendorong eBay menjadi platform dunia

 

sumber : Black Goat – kaskus.us

Maret 12, 2009

Linux XP

Diarsipkan di bawah: Linux — elsabarto @ 7:22 am

 

 

Image 
Linux XP Desktop 2008 
 
Introduction: 
Linux XP is a strange beast. From what I gather it tries very hard to emulate the look and feel of Microsoft Windows in order to make the transition to Linux easier to the Microsoft-familiar. 

That is an admirable goal shared by some rather successful commercial entities like Xandros. Apparently with this release, Linux XP is more like “Linux Vista,” however. I question the logic of emulating an OS that has received such a chilly reception among end users. 

I must stress from the beginning that I do not agree with the idea behind this distribution. I believe half-measures like this that spend so much time and effort trying to turn Linux into something it’s not (Windows) are detrimental to end-users. 

If someone wants to learn Linux, great, but they should learn proper Linux, not this bastardized Frankenstein monster. There, now I’ve said my peace. On to the rant. 

Install: 
I should note that at the time I wrote this the English-default version of Linux XP 2008 was not available, only the Russian one. Thus a few of the screenshots will be in Russian. Thankfully the installer itself was a modified version of Redhat’s Anaconda, so if you’ve installed Redhat Enterprise or Fedora you can feel your way through it. 

The graphics associated with Linux XP look well done. They borrow a bit from both Vista and OS X on their website and during the installer. It’s obvious that a lot of work has been done to really make Linux look like a Microsoft product. 

Upon reboot I was greeted by the login screen, which was similar if not exactly like the one for Vista. Notice the yellow box at the top. Linux XP is only available for free if you agree to a 30 day “trial”, after which you must purchase it. 

This is quite similar to a purchased version of Windows XP. I can only guess that the system locks down similarly after 30 days. Of all the things to emulate from XP, Windows Product Activation is perhaps the one thing I wanted the least. 

You’ll also notice that like Microsoft Windows, the user is never prompted to create a regular user account. Instead the default is to run the desktop as root user, which is a very, very dangerous thing to do. This risk is multiplied when you factor in a completely new user of Linux. Bad idea. 

I was given the choice after logging in to use either an XP look or a Vista look. For a lark I chose the Vista look. I flailed around in the dark a bit and finally found the language switcher (keep in mind at the time this was all in Russian). It gave me a dialog that I assumed said “changes will not appear until you reboot.” I rebooted and found I was correct. 

My attempt to install Bookworm using their “Install Windows Applications” icon failed. WINE Doors asked me for some credentials and then decided to give up and sit there for several minutes. I canceled it. Attempts to install with “Run in WINE Windows Emulator” also didn’t work. I didn’t feel like trying it from the command line. 

MP3 and WMV/MPG playback worked as expected with Rhythmbox and Totem, respectively. 
Software Selection: 

The usual suspects were installed by default: Firefox, Pidgin, Totem, OpenOffice.org. Surprisingly, Java and GCC were also present. GIMP and Inkscape as well as XSane were included. The usual GNOME games were installed, with two notable additions: SuperTux and Planet Penguin Racer. 
Conclusion: 

I was surprised at the potential usability of this distribution. It has a lot of things included that will make an end-user happy. My only caveats would be support, software, price, and root. 

I question whether or not a relatively obscure distribution like this would get good support from the community or have reasonably sized software repositories. 

I’m also not too keen on the price, but I suppose the same could be said about Xandros. I am very much not impressed with the handling of “run everything as root” which circumvents one of the key security features that Linux has over Windows. 

Despite these concerns, Linux XP does manage to provide a relatively stable desktop with lots of features. It just happens to look like Vista now, which could be a good or bad thing depending on your perspective. 

Update (10 jun 08) – It has been brought to my attention that the “Buy Now” and “Download” links on the Linux XP website are no longer functional. I was also told that they are not answering emails, so it’s possible this is now a dead project. I’ll post another update if that changes. 

how to active: 
Full source code has also been published so that programmers can view it and to make it easier to crack or find a workaround to bypass Linux WGA. 

So what’s the way to crack or bypass Linux Genuine Advantage? It you manage to install the program, and you get locked out from Linux system after your password grace period expires after 30 days, here what you can do to uninstall LGA: 

1. Reboot the machine. 
2. Boot into single user mode. 
3. Remove the entry it created at the bottom of /etc/inittab. 
4. Type this command: kill -HUP 1 
5. Type this command: rm -f /usr/local/sbin/linux-genuine-advantage 
6. Type this command: rm -rf /etc/linux-genuine-advantage/ 
7. Type this command: rm -f /etc/nologin 
download link 1 : 

Code:
http://rapidshare.com/files/136220076/keosoft90-L1nux.XP.D3skt0p.2008_dasofts.part1.rar 

http://rapidshare.com/files/136220077/keosoft90-L1nux.XP.D3skt0p.2008_dasofts.part2.rar 

http://rapidshare.com/files/136220062/keosoft90-L1nux.XP.D3skt0p.2008_dasofts.part3.rar 

http://rapidshare.com/files/136220566/keosoft90-L1nux.XP.D3skt0p.2008_dasofts.part4.rar 

http://rapidshare.com/files/136220641/keosoft90-L1nux.XP.D3skt0p.2008_dasofts.part5.rar 

http://rapidshare.com/files/136220615/keosoft90-L1nux.XP.D3skt0p.2008_dasofts.part6.rar 

http://rapidshare.com/files/136220035/keosoft90-L1nux.XP.D3skt0p.2008_dasofts.part7.rar 

or 

http://mirror.yandex.ru/linux-xp/desktop/2008/ 

or 
ftp://downloads.linux-xp.com/pub/linux-xp/desktop/2008 
Tools active : 

http://rapidshare.com/files/136219830/keosoft90-L.G.A.1.0.0_downarchive.tar.gz


download link 2:

ftp://downloads.linux-xp.com/pub/linux-xp/desktop/2008/international/LXPD-2008-I-INTERNATIONAL-862-i386-DVD.iso

serial: 73184-14192-50888-27932-11038
(dont remove the serial) since it is not included in the package
and the project is dead)

you can choose most of all languages.

Blog pada WordPress.com.