Nono Elsa Barto Blog

Juli 12, 2008

Uang Pajak Buat Apa ya?

Diarsipkan di bawah: Lingkungan — elsabarto @ 7:40 am

selama ini kita selalu dipungut berbagai macam biaya yang biasa dinamakan pajak, alesannya katanya buat pembangunan, tapi mana buktinya bro,

negeri kita banyak hujan tapi klo musim kemarau petani kekeringan, klo musim hujan kebanjiran, infrastruktur pada gak dipiara dibiarin ampe pada rusak; irigasi, dam, bendungan, jadi aja dinegara subur tapi ada busung lapar & listrik pada padam bergilir – PLTA- pada berenti gak ada airnya bro.

jalan-jalan yang penting buat transportasi & perputaran roda ekonomi dibiarin pada rusak, baru ditambal klo ada orang penting yang jadi korban (mati) conto artis yang pernah jadi DPR orang HD.

trus krisis energi, bli minyak aja pada ngantri, padahal kita juga negeri minyak, liftingnya aja berton-ton barel per hari, tapi subsidi bbm malah dicabut, kenapa rakyat kecil yang harus menanggung beban, ‘kita’ untung bangsa buntung (kita=perusahaan bumn yg monopoli pengelolaan minyak), harga minyak dunia juga lagi naik, harusnya keuntungannya sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, tapi mana bro, masalahnya kita klo ekspor minyak jarang G2G malah pake calo seperti singapore, sepertinya biar dapat komisi he he he, trus keuntungannya sebagian besar habis buat urusan birokrasi misal gaji dpr yang kotornya bisa lebih dari 1 milyar pertahun, bayangin bisa buat modal bikin pabrik skala kecil yang bisa nyerap tenaga kerja,blom yang lain-lain dari pusat sampe daerah, klo orang2 diatas ada yang punya perasaan mereka pasti malu gajinya segitu sedangkan rakyatnya kadang sehari dapat uang dua hari puasa & gak jelas bukanya pake apa. Conto dijepang ada pm yang malu gajinya kegedean trus dia turunin sendiri gajinya & seluruh anggota kabinetnya, emang ada sih yang korupsi, tapi kitakan harus mencontoh yang baik.

dibidang infrastruktur komunikasi juga maju mundur, bandwith internet aja mahalnya minta ampun padahal kualitas gak bagus-bagus amat, perusahan komunikasi pada dijual murah keluar negeri, padahal keuntungan klo dikelola sendiri lebih besar drpd klo dijual, backbone juga gak punya sendiri malah ngekor ke negara-negara tetangga, kpk aja bisa nyadap orang, negara indonesia disadap siapa ya klo infrastruktur komunikasinya sebagian besar dimiliki orang luar.

harusnya kita malu sama malaysia ya, dia merdeka belakangan tapi maju duluan, korea dia pernah kena krisis ekonomi tapi sekarang udah jadi raksasa elektronik dunia selain jepang dan cina, mau tahu gak sebabnya, mereka punya pemimpin yang bener2 mau mensejahterakan rakyatnya dengan memajukan perekonomiannya & menekan korupsi, sedangkan negara kita tercinta ini malah jatuh kedalam penjajahan baru yaitu penjajahan ekonomi, negara kita banyak utang ke amerika,eropa dan yang terbesar ke jepang, tahu sendirikan klo orang banyak utang biasanya gampang diatur sama yang ngutangin, jadi keuntungan2 ekspor banyaknya cuma buat bayar bunga utangnya aja, devisa tki juga gitu, pencabutan subsidi juga sama buat bayar utang, trus korupsi tambah banyak, walopun kampanye anti-korupsi gede-gedean & kpk dah nangkepin banyak koruptor yang diantaranya oknum para yang mulia anggota dewan, sepertinya yang ada diutek mereka cuma harta, tahta, & wanita boro-boro mikirin wong cilik. Kita sebagai rakyat juga mau ngaduin permasalahan kita kemana lha wong wakilnya aja pada kaya gitu, rakyat cuma jadi mainan diarena politik, bahkan dulu salah satu partai yang gencar berkampanye dikalangan mahasiswa dan sering meneriakkan pentingnya kejujuran, sekarang juga melempem gak ada suaranya yang penting kursinya empuk.

trus ada lembaga yang berwenang yang katanya dibiayai juga pake uang rakyat alias pajak, klo di amerika slogannya protect & service, tahukan, bukannya melayani malah suka ngrepotin contohnya pagi-pagi pas jalan-jalan lagi sibuk malah ditutup kadang bisa sampe bilangan jam cuma karena bos mereka mau lewat mau ngantor gitu, kita rakyat kecil cuma bisa ngalah aja, paling juga telat sampe dikantor. trus katanya tertib administrasi tanpa ada pungutan biaya karena udah dibiayai pajak tapi gak juga, pas saya ngurusin mutasi plat motor, cek fisik aja harus keluar 15 ribu, ambil arsip harus ngasih 10 ribu dan uangnya gak boleh keliatan alias harus diselipin, bukan nilai uangnya yang saya permasalahkan tapi ditempat itu jelas-jelas ditulis gratis tidak dipungut biaya, ato dilaporin aja ya ke kpk biar tau rasa, halah halah halah kok jadi esmosi, dibidang kesehatan juga gak jauh nasibnya, apa kata dunia…

trus katanya mau mencerdaskan bangsa tapi subsidi bos malah dikurangi bukanya ditambah, trus upaya kalangan opensource juga kurang dukungan dari pemerintah, tapi software berbayar juga gak dapat subsidi dari pemerintah, runyem yah

solusinya adalah kita sebagai rakyat kecil cuma bisa pasrah aja, banyak berdoa, dan yang penting berusaha secara mandiri gak usah tergantung pihak lain terutama ke pemerintah yang banyak utangnya yang harus kita juga yang ikut bayar tanpa tahu pemakaiannya untuk apa, sebab gak ada pembangunan infrastruktur yang jelas buat memperlancar kegiatan ekonomi, usaha aja kecil-kecilan yang penting halal & jangan terlalu banyak gengsi, syukur-syukur bisa ngajak orang lain ato buka lapangan kerja.

Belum Ada Tanggapan »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.