Nono Elsa Barto Blog

Desember 22, 2009

Selamat Hari Ibu

Diarsipkan di bawah: Lingkungan — elsabarto @ 4:10 am

ibuku sayang… i love you full.. :)

Sebuah Doa Di Hari Ibu

oleh Dewi Yuniasih

Aku mempunyai 3 orang ibu. Ibu yang melahirkanku, ibu yang melahirkan suamiku dan yang satunya adalah ibu yang menyusuiku. Hari selasa yang lalu, ibu yang semasa menyusuiku ketika masa kecilku, menghadap keharibaan ilahi robbi. Innalillaahi wa inna ilaihi rooji’un. Sedih dan juga terhentak jiwaku ketika aku mendengar kabar tersebut . Mengingat bahwa aku ternyata belum memenuhi kewajiban baktiku padanya.

Tepat setahun yang lalu, ketika aku sempat pulang ke tanah air , kujumpai wajah tirus dan pucat karena sakit yang telah lama diderita beliau. Sakit yang bisa dikatakan menghilangkan hampir separuh badan beliau, melenyapkan semua kekuatan dan semangatnya. Namun, Alhamdulillah semangat untuk tetap berikhtiar mengobati sakitnya tidak lepas darinya.

Meski untuk itu beliau harus rela berpayah-payah berobat ke ibukota propinsi yang notabenenya lumayan jauh dari tempat tinggal beliau. Namun itu semua tidak memudarkan semangatnya. Meski untuk itu pula, simpanan demi simpanan harus rela dikeluarkan, namun alhamdulillah tidak mengendurkan ikhtiarnya.

Wajah pucat dan tirus yang kukenang setahun yang lalu, pun bukan wajah yang penuh dengan putus asa atau kekecewaan. Senyum sesekali hadir di wajahnya.

Sosok ibu susuku itu adalah ibu yang penuh perhatian pada putra-putrinya, terutama perhatian pada akhlaq mereka. Jilbab adalah salah satu perhatian beliau.

Dan alhamdulillah ketiga putri beliau pun tidak ketinggalan mengikuti jejak nasihat ibunya untuk selalu mengenakan pakaian identitas muslimah tersebut. Jilbab rapi selalu dikenakan oleh beliau dan ketiga putrinya.

Sholat, meski harus dalam kondisi duduk atau terbaring karena sakitnya, tidak pernah beliau abaikan. Semoga kondisi beliau ketika terakhir dipanggil oleh pemiliknya adalah kondisi yang terbaik, kondisi khusnul khotimah. “Allohummaghfirlahaa warhamhaa wa’aafihaa wa’fu’anha“. Amin.

Hari ini, kucoba mencoba evaluasi diri. Ternyata, aku belum bisa memberikan apa-apa buat beliau, ketika beliau sehat ,pun saat beliau sakit. Balasan perhatian ataupun material, ternyata aku belum bisa membalasnya sampai akhir usianya.

Bahkan mungkin, ketika akupun sudah memberikan separuh hidupku untuk merawat beliau, mungkin itu pun belum sepadan dengan apa yang beliau berikan buatku. Semoga Allah memberikan balasan yang terbaik atas semua yang telah beliau berikan buatku.

Hanya rangkaian doa yang bisa kupersembahkan sebagai bentuk baktiku padamu. Maafkan aku atas kekhilafanku ibu.

Kini, dua orang ibu yang masih aku punyai sekarang, akupun belum bisa memberikan yang terbaik buat beliau berdua. Aku belum bisa menjadikan diriku menjadi anak yang berbakti buat beliau berdua. Bahkan perhatian dalam bentuk menelpon dan menanyakan kondisi beliau berdua, terkadang aku enggan melakukannya. Apalagi bentuk-bentuk perhatian yang lainnya.

Maafkan aku ibu atas segala kelemahan dan ketiadaberdayaan anakmu tuk memberikan yang terbaik untukmu. Aku belum bisa memberikan ketulusan baktiku. Pun belum jua mampu meringankan beban yang ada dipundakmu.

Ya Allah, mudahkanlah untukku tuk bisa berbakti pada kedua ibuku. Mereka telah memberikan yang terbaik untukku, namun aku belum bisa membalas kebaikan beliau berdua, membahagiakan beliau, menghilangkan duka dan menghadiahkan senyum diwajah beliau berdua.

Ya Allah, ampunilah dosaku. Ampunilah dosa ibu yang melahirkanku, ampuni dosa ibu mertuaku, dan ampuni dosa ibu susuku. Kasihilah mereka ya Allah. Lindungi mereka dalam perlindungan terbaikMu. Tempatkan ibu susuku di tempat yang mulia disisi-Mu ya Allah. Ketiga ibu itu, adalah wanita yang terbaik yang pernah kau berikan untukku. Rahmati mereka ya Allah. Amin.
Berlin, 20 Desember 2009

sumber : eramuslim.com

Desember 17, 2009

Wisata Kuliner Kota Solo

Diarsipkan di bawah: Lingkungan — elsabarto @ 10:46 am

Sebelum merantau dan akhirnya saat ini saya menjadi penduduk tetap Kota Sukabumi, saya adalah wong Solo asli yang lahir dan menuntut ilmu sampai SMA di kota Surakarta atau lebih populer disebut Solo.

Solo menawarkan banyak pilihan wisata, baik wisata sejarah, wisata alam dan wisata kuliner.

Langsung saja saya akan membahas sebagian kekayaan kuliner dari kota Solo yang terkenal maknyoooosssss & ngangenniii :D

Nasi Liwet Solo Bu Wongso Lemu

Belum lengkap rasanya ke Solo kalau belum menikmati nasi liwet, masakan khas kota Bengawan ini. Di Solo, masakan ini biasanya tersedia pada pagi hari untuk sarapan, atau untuk santap malam. Jarang sekali nasi liwet dijadikan sebagai menu makan siang.

Tak hanya istimewa dalam hal rasa, dari segi penyajian pun nasi liwet menunjukkan eksotisnya sebuah tradisi. Mbok-mbok penjaja nasi liwet menggendong sebuah bakul di punggungnya. Di atas bakul itu, dalam gulungan daun pisang yang makin meninggi tersimpan nasi liwet beserta ubarampe-nya.

Nasi liwet adalah nasi putih yang diliwet (ditanak) bersama santan dan kaldu ayam dengan dibubuhi sedikit garam hingga rasanya menjadi gurih dan beraroma pandan yang wangi. Nasi semacam ini mengingatkan pada nasi uduk Betawi. Sebagai lauk atau pelengkapnya adalah sambal goring labu siam dan daging ayam yang dimasak ungkep, yaitu ayam utuh yang direbus bersama dengan bumbu kemudian diangkat dan ditiriskan.

Nasi liwet disajikan dalam sebuah pincuk atau wadah dari daun pisang yang salah satu bagiannya ditekuk dan disemat dengan lidi. Sendoknya menggunakan suru, juga dari daun pisang yang difungsikan untuk mengambil makanan. Tapi bagi yang tak bisa menggunakannya biasanya diberi sendok biasa.

Nasi liwet Solo bisa ditemui di berbagai sudut kota karena ada puluhan penjual makanan khas ini di Kota Bengawan. Mereka seperti penjual jamu gendong, menjajakan dagangan berjalan kaki dari satu tempat ke tempat lain. Bila ada pembeli tinggal menurunkan gendongan dan melayaninya di tempat.

Meski demikian ada beberapa penjual nasi liwet yang buka dagangannya menetap ala kaki lima, bongkar pasang tenda di tempat-tempat tertentu. Beberapa nasi liwet kaki lima ini ada di atas trotoar sepanjang jalan protocol Slamet Riyadi.

Melegenda
Membicarakan warung makan nasi liwet di Solo, tak bisa dipisahkan dari keberadaan nasi liwet Wongso Lemu. Dirintis sejak tahun 1951 oleh Bu Wongso Lemu, nasi liwet ini setia menjadi klangenan warga kota Solo yang ingin menikmati gurihnya nasi liwet.

Dalam perkembangannya, nasi liwet Wongso Lemu kini dikembangkan oleh keturunannya. Tak kurang lima warung makan nasi liwet menempati ruas Jalan Teuku Umar, Keprabon, dekat jalan protocol Slamet Riyadi. Warung-warung ini milik klan Wongso Lemu yang sudah melegenda itu.

Semua warung mengklain penerus nasi liwet Wongso Lemu karena mereka memang anak cucu Bu Wongso Lemu. Meski demikian satu dengan lainnya tidak saling menjatuhkan, warung yang satu tidak menyebut lainnya palsu dan begitu pula sebaliknya. Mungkin inilah semangat kerukunan yang dipertahankan keturunan Bu Wongso Lemu. Di masing-masing warung itu terpampang foto-foto para selebritis yang pernah berkunjung dan menikmati nasi liwet mereka.

Gurih
Nasi liwet seolah adalah gabungan dari semua yang serba gurih. Coba saja cicipi nasinya yang gurih itu. Nasi gurih itu selanjutnya dipadukan dengan sambal goreng labu siam pedas yang kuahnya sedikit menggenang atau nyemek dalam istilah setempat. Di atasnya ditambah sesendok makan santan kanil, yakni santan kelapa yang dimasak sampai kental dan sangat gurih. Untuk ayamnya pembeli tinggal memilih kepala, jeroan, kaki, atau uritan (calon telur yang masih di dalam perut).

Karena sudah menjadi trademark nasi liwet, deretan warung anak cucu Bu Wongso Lemu yang serentak buka dari pukul empat sore hingga dua dini hari ini menjadi tujuan para penggemar makanan ini. Banyak warga setempat yang menjamu saudara, rekan, atau teman kerja yang berkunjung ke kota Solo. Hanya dengan Rp10.000 sepincuk nasi liwet komplet dengan sepotong ayam akan memuaskan perut pengunjung.

“Saya selalu mengajak saudara atau teman dari luar kota yang ingin menikmati nasi liwet,” ujar Eko, seorang detailer obat-obatan yang sedang menjamu rekan bisnisnya dari Jakarta. Di sini menurutnya cukup representatif dibandingkan warung nasi liwet lainnya yang tidak permanen.

Selain nasi liwet, tersedia pula makanan lain yang khas Solo seperti cabuk rambak dan ketan bubuk. Cabuk rambak terdiri atas ketupat yang dipotong-potong dan disiram sambal wijen yang dicampur irisan lembut daun jeruk purut. Di atasnya ditaruh sepotong karak beras, sedangkan ketan bubuk adalah nasi ketan yang dibubuhi kedelai sangria yang sudah dihaluskan.

NASI LIWET WONGSO LEMU
Jl. Teuku Umar, Keprabon, Solo.
Jam buka: 16.00 – 02.00.
Kapasitas tempat duduk: 25 orang.
Kisaran harga: Rp 3.000 – Rp 10.000 per porsi.

Gudeg Ceker Margoyudan

Nah warung gudeg ceker ini terletak tidak jauh dari sekolah saya, SMA Negeri 1 Surakarta.

Buka Pukul 01.30
Orang-orang itu, baik yang nongkrong di atas sepeda motor maupun yang di dalam mobil memang tengah menunggu Bu Kasmo duduk di belakang dagangannya, Gudeg Ceker Margoyudan yang amat terkenal itu. Meski dagangan sudah tergelar dan tampaknya semuanya sudah siap, jangan harap segera dilayani kalau Bu Kasno belum duduk manis di situ.

Menjadi pertanyaan, mengapa orang-orang itu rela antri menunggu di pinggir jalan, diterpa angina dingin, bahkan kadang-kadang ditemani rinai hujan. Jawabannya adalah untuk menikmati sepiring gudeg dengan pelengkap ceker ayam yang tak hanya dikenal oleh orang Solo, tapi juga orang dari kota-kota lain yang pernah berkunjung ke Solo.

Warung kaki lima yang menggelar dagangan tepat pukul 01.30, saat orang-orang sebenarnya masih dibuai mimpi ini dikenal dengan warung gudeg ceker karena menu spesialnya adalah gudeg dengan pelengkap ceker (kaki ayam). Orang juga biasa menyebut Warung Gudeg Margoyudan karena berdiri di atas trotoar Jalan Wolter Mongonsidi, Margoyudan, tepat di sebelah kanan Gereja Kristen Jawa Margoyudan.

Bu Kasno (64 tahun) pendiri warung sejak tahun 1970 ini sebenarnya tak hanya menyediakan gudeg ceker karena ada juga bubur lemu dan opor ayam kampong. Tapi tetap saja menu andalannya adalah gudeg ceker. Pengorbanan para pelanggan yang antri sejak tengah malam melawan kantuk dan dingin akan segera terbayar begitu sepiring nasi gudeg terhidang di hadapannya. Gudegnya terasa demikian gurih dengan siraman santan kanil (santan yang dimasak kental) dan beberapa potong sambal goring rambak.

Di luar itu, yang pasti ditunggu pelanggan adalah ceker yang dimasak dalam kuah santan. Keistimewaan ceker ini adalah dengan sedikit kunyahan dagingnya seperti langsung terpisah dari tulang-tulangnya. Klunyum-klunyum, begitu orang Jawa menyebut. Maka daging ceker dengan tekstur khas yang gurih itu pun akan memuaskan rasa penasaran orang yang pertama kali datang menikmatinya.

Dari Sopir Sampai Presiden
Keistimewaan gudeg ceker Margoyudan pun dinikmati orang-orang dari berbagai golongan, dari sopir-sopir taksi untuk mengisi perut saat tugas pada malam hari hingga pagi sampai presiden. Tentu adalah kebanggaan tersendiri bagi Bu Kasno, tiga presiden Negeri ini pernah menikmati hasil olahannya, yakni Soeharto, Abdurrachman Wahid, dan Megawati Soekarnoputri.

Melihat plat-plat mobil yang parkir di sekitarnya, kelihatan pengunjung dari luar kota justru yang mendominasi warung ini. Mereka adalah wisatawan atau karyawan yang sedang mengadakan seminar di Solo. Mereka mendapat informasi adanya warung ini dari hotel atau dijamu relasi. Bagi orang-orang tersebut, menikmati gurihnya gudeg ceker pada dini hari yang dingin dan harus melawan kantuk boleh jadi merupakan sensasi tersendiri yang tak bakal ditemui di kota-kota lain.

Salah satu pengunjung, Prasetyo, seorang karyawan bank yang datang berombongan mengatakan ia menjamu rekan-rekan dari kantor pusat yang sedang melakukan survey di Solo. “Mereka minta ditraktir makan yang spesial di Solo, ya akhirnya saya ajak ke sini,” ujar lelaki 30-an tahun yang mengatakan semula rekan-rekannya malas diajak keluar pada dini hari yang dingin itu. “Tapi akhirnya semua puas,” ujarnya lagi.

Tak hanya dinikmati orang-orang di Indonesia, guded ceker Bu Kasno sempat melanglang ke luar Negeri. Ceritanya, salah satu anaknya yang menempuh pendirikan S2 di Prancis membawa sang ibu ke Negara itu untuk memasak gudeg ceker buat teman-temannya.

Itulah gudeg ceker, meski hanya kaki lima di trotoar, masakan ini telah menghidupi Bu Kasno dan keluarganya. Sejak ditinggal berpulang suaminya tahun 1980, Bu Kasno menghidupi dan menyekolahkan lima anaknya sampai jenjang sarjana dari usaha ini. Ia menolak menjawab berapa omset per harinya. “Yang penting bisa untuk sekolah anak-anak,” jawabnya. Meski demikian kita bisa meraba berapa omset harian warung ini karena setiap hari Bu Kasno menghabiskan sekitar 1000 ceker ayam, 30 ekor ayam potong, dan 15 kg telur. Pada hari-hari libur jumlahnya lebih besar lagi karena pengunjung pun bertambah banyak.

Dengan membayar Rp10.000, pengunjung bisa menikmati gurihnya sepiring gudeg, 10 buah ceker, dan segelas teh panas manis. Tapi ingat, jangan datang lebih dari jam 03.00 pagi karena bisa-bisa Anda kehabisan ceker yang terkenal itu. Mending datang lebih awal, karena sepiring gudeg dengan cekernya yang terkenal itu akan membuat Anda puas.

GUDEG CEKER MARGOYUDAN
Jl. Wolter Mongonsidi, Margoyudan, Solo.
Jam buka: 01.30 – 03.00.
Kapasitas tempat duduk: 30 orang.
Kisaran harga: Rp7.000 – Rp10.000 per porsi.

Harjo Bestik

Tenda biru di pinggir Jalan Dokter Rajiman dekat lampu merah Pasar Kembang dengan spanduk kuning mencolok bertuliskan Harjo Bestik besar-besar itu sekilas tampak seperti kebanyakan warung kaki lima lainnya yang bertebaran di seantero kota Solo. Tapi melihat dua orang tiada hentinya memasak dengan cekatan di samping tenda, para pelayan hilir mudik dan tamu-tamu yang antri menunggu pesanan, pasti ada sesuatu yang istimewa di sini.

Memang di sinilah salah satu tempat para penikmat makanan memanjakan lidah sepuasnya. Warung tenda kaki lima Harjo Bestik, sesuai namanya, menyediakan aneka bistik yang diolah oleh ahlinya, sehingga menghasilkan masakan yang benar-benar membelai lidah para pengunjungnya.

Susah sebetulnya mendefinisikan apa itu bistik karena dalam dunia kuliner istilah itu tidak dikenal. Masakan ini mungkin mengacu pada steak, daging sapi panggang makanan wajib para koboi di Amerika sana. Atau barangkali juga berhubungan dengan kata biefstuk, masakan kegemaran orang Belanda berbahan daging sapi dengan banyak kuah. Tapi sudahlah tak perlu kita berpusing-pusing soal ini karena kenyataannya bistik telah hadir di khasanah masak-memasak Indonesia dan memiliki penggemarnya sendiri.

Aneka Bistik

Warung kaki lima Harjo Bestik menunjukkan bagaimana sebuah masakan diadaptasi dan dikembangkan sedemikian rupa mengikuti selera lokal, khususnya lidah orang Indonesia. Jika biefstuk berbahan utama daging sapi, bistik warung ini bisa terbuat dari bahan lain, lidah sapi atau bahkan brutu dan uritan ayam.

Brutu adalah bagian belakang ayam yang banyak digemari karena rasanya yang sangat gurih, sementara uritan adalah calon telur yang masih berada di dalam perut ayam. Di tangan Bu Mujiyati, pemilik warung yang merupakan generasi ketiga Mbah Harjo, brutu dan uritan diolah menjadi bistik yang luar biasa lezatnya.

Tapi tentu saja tak hanya dua menu itu yang tersedia di sini karena ibu berusia 42 tahun itu juga menyiapkan menu-menu lain yang tak kalah menggoda lidah. Sebut saja LDG, menu favorit pelanggannya. LDG adalah singkatan lidah goyang, berbahan utama lidah sapi, bistik dadar lidah, dan bistik campur yang merupakan campuran berbagai bahan. Ada juga bistik telon, terdiri atas tiga jenis daging sesuai pilihan pelanggan.

Seporsi bistik lidah goyang terdiri atas lima potongan lidah sapi dipadu irisan kentang, wortel, selada hijau, tomat, acar timun, dan mayones atau moster. Kuah berwarna coklat yang merendam lidah dan aneka sayuran itu diramu dari tumisan mentega, bawang merah, bawang bombai, ditambah kuah kaldu ayam, kecap manis dan asin, garam, serta merica. Bayangkan betapa segarnya kuah itu!

Serupa dengan bistik goyang lidah, bistik campur disajikan dengan tambahan daging sapi cacah. Sementara itu, bistik dadar lidah adalah lidah yang terbungkus telur dadar dan direndam kuah bistik.

Penyiapan menu memerlukan waktu sekitar setengah jam karena semua dimasak serba mendadak. Ternyata itulah rahasia kelezatan warung kaki lima ini. Mujiyati dengan cekatan memperlihatkan bagaimana tumisan bumbu, potongan daging sapi dan ayam mentah dimasak bersamaan dengan kuah kaldu, bukan sudah disiapkan sebelumnya dan disimpan dalam panci. Kecuali lidah sapi yang sebelumnya sudah direbus selama empat jam hingga empuk.

Ketika sepiring hidangan disajikan, kepulan asapnya menebar harum aroma kuah bistik yang langsung merangsang pencernaan. Sekali menyendok, sukar menghentikannya karena keempukan daging maupun lidah sapi yang berpadu dengan kesegaran kuah bistiknya. Seperti adat Melayu pada umumnya saat bersantap, sebagai pendamping bistik adalah sepiring nasi putih pulen yang membuat perut terasa kenyang.

“Elek-elekan”

Meski menu favorit pengunjung adalah bistik lidah, tapi warung kaki lima yang buka dari jam 18.00 hingga tengah malam ini juga memiliki menu andalan lain, seperti risoles kuah, elek-elekan, dan bakmi. Orang tentu penasaran, apa itu elek-elekan, selain asing juga tak tertera pada daftar menu.

Menurut Mujiyati, elek-elekan adalah bonggol lidah sapi yang tidak terpakai di bistik. Awalnya, bonggol-bonggol lidah sapi itu digorengnya sendiri untuk disantap dia dan para karyawannya di sela-sela melayani tamu bersama sambal kecap atau sambal bawang ditemani nasi putih.

Mujiyati tak berani menawarkan terang-terangan karena dinilai kurang pantas disandingkan dengan menu bistik di warungnya. Suatu saat, seorang pelanggan melihat gorengan bonggol lidah sapi itu dan tertarik mencobanya. Sejak saat itu ia tak lupa memesan elek-elekan lengkap dengan sambal kecapnya. Lama-lama pelanggan lain tahu tentang elek-elekan dan turut memesannya. Kendati demikian, Mujiyati tetap tidak mau mencantumkan menu itu dalam daftar menu Harjo Bestik. Menu ‘aneh’ ini hanya beredar dari mulut ke mulut.

Meski berstatus kaki lima dengan harga rakyat, antara Rp9.000 hingga Rp15.000 per porsi, tapi karena kelezatannya, warung ini berhasil menjaring pelanggan para pesohor negeri ini, dari seniman Setiawan Jodi, Guruh Soekarnoputra, Mamiek Podang, hingga politikus seperti Amien Rais, Hari Sabarno, dan Hatta Rajasa. Termasuk juga para pejabat Pemkot Surakarta yang rutin berkunjung.

Ditemani live music dari serombongan pengamen lokal dengan lagu-lagu keroncong mendayu-dayu, menyantap segarnya Bistik Jowo Mbah Harjo sungguh pengalaman tak terlupakan saat berkunjung ke Solo.

Bakmi Yu Nani

Tanyakan pada warga Solo, makanan apa yang cocok disantap saat siang yang terik maupun saat dinginnya hujan. Sebagian besar mungkin akan menjawab bakmi ketoprak. Meski menyandang nama hampir sama, bakmi ketoprak Solo sangat berbeda dengan mi ketoprak Jakarta. Mi ketoprak Jakarta berbahan lontong dengan bihun yang disiram sambal kacang tanah, sedangkan bakmi ketoprak di Solo terdiri atas irisan kubis, sosis, tahu, tempe, dan potongan daging dalam kuah kaldu. Di atasnya ditaburkan kacang tanah goreng dan kerupuk karak beras yang diremas-remas.

Rela Antri
Ke mana mencari bakmi ketoprak di Solo yang paling pas di lidah? Warung Bakmi Ketoprak Yu Nani-lah jawabnya. Pengalaman selama 40 tahun lebih meracik dan berjualan makanan khas Solo ini menjadikan warung kaki lima di pinggir jalan ini menjadi tujuan para penggemar bakmi ketoprak di Solo dan sekitarnya. Sejak buka pukul 10.30 hingga tutup menjelang maghrib, warung di pinggir Jalan Kartopuran 13 ini tak pernah sepi disambangi pembeli.

Layaknya sebuah tempat makan yang laris, jangan harap bisa bersantai sehabis menyantap hidangan di warung ini karena saat kita makan pun sudah diantri para pengunjung yang berdiri di belakang. Karena itu buru-burulah berdiri setelah menikmati sepiring bakmi ketoprak dan segelas es kelapa muda gula jawa kalau tidak mau dipelototi pengunjung lain yang sudah antri.

Kesan pertama melihat sepiring bakmi ketoprak adalah kesegaran masakan ini. Bayangkan, irisan daun kubis, tempe, tahu, potongan daging sapi terendam kuah kaldu yang berkilat-kilat. Biji-biji kacang tanah goreng dan remasan karak beras mengapung di atasnya, sementara itu irisan cabai rawit merah menjadi pelengkapnya.

Begitu menyendok dan memasukkannya ke dalam mulut, lidah akan langsung mencecap sebuah cita rasa segar dan ringan. Kuah kaldunya memberi sensasi kelezatan daging sapi yang khas. Sesekali biji-biji kacang tanah goreng yang tergerus gigi akan meninggalkan rasa gurih di mulut. Bagi yang suka pedas, masukkan irisan cabai rawit sebanyak-banyaknya sampai mulut “terbakar.” Namun bagi yang kurang suka pedas, seujung sendok makan irisan cabai rawit merah sudah cukup, memberi rasa manda-manda atau istilah orang Solo klenying-klenying.

Selain soal pedas yang tergantung selera, pengunjung warung ini juga bisa memesan bakmi ketoprak komplet atau tanpa salah satu bahan racikannya. Bakmi ketoprak komplet terdiri atas irisan kubis, tempe, tahu, sosis daging dan potongan daging sapi. Jika mengkehendaki, pengunjung bisa mengurangi salah satu atau beberapa bahan. Misalnya tanpa irisan kubis atau tanpa tempe dan tahu.

Sudah 40 tahun, Bumbu Tak Berubah
Menurut Mbak Yuyun, cucu Yu Nani yang sekarang meneruskan usaha neneknya itu, bakmi ketoprak ini sudah ada lebih dari 40 tahun lalu. Sejak dulu lokasi berjualannya tak berubah, demikian pula bahan racikan dan bumbunya sehingga pelanggan setianya tak pernah komplain.

Bagi warga Solo yang pernah menikmati segarnya bakmi ketoprak Yu Nani dan kini dalam perantauan, saat mudik ke Solo pasti menyempatkan diri datang ke warung ini untuk bernostalgia. Apalagi cita rasa dan cara penyajiannya tak berubah sedikit pun sejak puluhan tahun lalu. Iga Mawarni misalnya, penyanyi jazz ini kerap menyambangi warung Yu Nani kalau pas mudik ke Solo.

Tak hanya warga Solo, masyarakat di sekitar Solo yang pernah menikmati bakmi ketoprak Yu Nani dipastikan akan mampir ke warung ini kalau kebetulan ada acara di kota ini. Mobil-mobil bernomor polisi daerah di sekitar Solo yang setiap hari terlihat berjajar di sekitar warung ini menunjukkan pelanggan setia Bakmi Ketoprak Yu Nani bukan hanya masyarakat Kota Bengawan.

Mas-mas ganteng, mbak-mbak cantik, dan bapak ibu berpenampilan rapi itu tidak keberatan berdiri antri menunggu giliran duduk di bangku-bangku panjang warung Yu Nani. Mbak Yuyun, yang duduk di balik meja besar dengan ramah akan meracik bakmi ketoprak langsung di depan pengunjungnya.

Meskipun berada di tempat yang pengap dan kurang representatif, pengorbanan pengunjung yang antri menunggu giliran duduk akan terbayar lunas saat sepiring bakmi ketoprak terhidang di hadapannya. Dengan hanya membayar Rp6.000 untuk sepiring bakmi ketoprak pengunjung akan merasa puas meninggalkan warung sederhana ini.

BAKMI KETOPRAK YU NANI
Jl. Kartopuran 13, Solo.
Jam buka: 10.30 – 17.00.
Kapasitas tempat duduk: 15 orang.
Kisaran harga: Rp6.000 seporsi

Ayam Kampung Goreng  Mbah Karto

Mencari tempat makan dengan menu ayam goreng seperti membalik telapak tangan karena di setiap sudut kota pasti ada, mulai dari kelas kaki lima di pinggir jalan hingga restoran mewah di gedung-gedung megah. Tapi mencari yang benar-benar gurih dan renyah tentu hanya ada segelintir.

Ayam Kampung Kemanggang
Namun di Sukoharjo, kota kecil sekitar 10 km selatan Solo, tepatnya di Jalan Jaksa Agung R. Soeprapto 8, di depan PLN Sukoharjo, ada tempat makan dengan menu ayam goreng yang demikian special sampai pelanggannya harus rela antri menunggu giliran dilayani. Padahal di dalam pendopo rumah yang dijadikan tempat makan itu terdapat tidak kurang dari sepuluh meja besar dengan bangku-bangku yang mengelilinginya.

Saat pukul 12.00-13.00 suasana di sekitar tempat makan tersebut seperti sedang digelar hajat. Mobil-mobil dan puluhan motor berjajar di halaman dan jalan di depan rumah itu, sementara orang-orang lalu lalang keluar masuk rumah menikmati gurih renyahnya ayam goring hasil olahan Mbah Karto.

Selain masyarakat umum yang menjadi pelanggannya. Ayam Goreng Mbah Karto juga menjadi tempat favorit para pejabat di daerah ini dan sekitarnya untuk bersantap. Tak kurang seleb ibukota yang pernah mendengar gurih renyahnya ayam goreng Mbah Karto datang menjajalnya, seperti almarhum Dono Warkop.

Untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan yang hilir mudik itu, tempat makan ini setiap hari menyembelih tidak kurang dari 200 ekor ayam kampung. Pada hari-hari libur, jumlah pengunjung bakal bertambah banyak. Alhasil, ayam kampung yang digoreng pun bisa lebih dari 250 ekor.

Dimulai dari perjuangan almarhum Mbah Kartodimejo menjajakan atam goring lebih dari 20 tahun lalu, tempat makan ini boleh jadi yang terbesar di daerah ini. Salah satu rahasia tempat makan ini menjerat para penikmat makan enak adalah bahan bakunya berupa ayam kampung kemanggang, yaitu ayam yang umurnya baru 4-6 bulan.

Ayam kampung seusia ini ukurannya belum maksimal, dagingnya masih empuk, tidak liat seperti ayam-ayam kampong berumur di atas setahun. Di kalangan orang Jawa ayam seukuran ini biasanya digunakan untuk pelengkap sesajian. Disebut kemanggang karena ayam ini dimasak dengan cara dipanggang dekat bara api.

Oleh karena masih muda, ayam kemanggang menghasilkan ayam goreng yang renyah. Dengan racikan bumbu yang pas, ayam yang renyah tersebut juga terasa sangat gurih. Istimewanya lagi, bumbunya bisa meresap ke serat-serat daging bagian dalam sehingga citarasa gurih tidak hanya di permukaan, tapi sampai ke bagian terdalam daging.

Di tempat makan sederhana yang meriah ini, pengunjung bisa memesan bagian-bagian tertentu dari ayam, misalnya satu piring penuh berisi kepala saja, paha saja, atau hanya memesan sepiring khusus jeroan. Di sini, makan ayam goreng tidak hanya selalu dengan nasi karena kerenyahan dan kegurihannya, ayam goring Mbah Karto juga cocok dijadikan snack atau makanan ringan.

Sambal Miri
Sebagai lauk makan nasi, gurih renyahnya ayam goring Mbah Karto lebih lengkap ditemani sambal bawang dan lalap mentah seperti di kebanyakan tempat makan lainnya. Namun, di warung makan Mbah Karto ini masih ada elemen lain yang juga menjadi andalannya, yakni sambal miri. Sesuai namanya, sambal ini berbahan dasar kemiri dengan sedikit cabai merah sehingga tidak sepedas sambal bawang putih. Biasanya kedua jenis sambal ini disajikan bersama sehingga pelanggan tinggal memilihnya. Oleh karena berbahan kemiri, sambal ini memiliki cita rasa campuran antara gurihnya biji-bijian dan aroma minyak nabati yang khas. Bagi yang tidak suka pedas, mencocolkan ayam goring yang gurih renyah ke sambal kemiri sungguh terasa nikmat.

Usai menyantap ayam goreng, hidangan penutupnya tersedia tapai ketan buatan sendiri yang tak kalah istimewa. Tapai berwarna hijau dengan aroma pandan terbungkus daun pisang ini terasa kesat, lumat di mulut, dan manis alami hasil fermentasi. Alhasil, rasa tidak nyaman di mulut setelah menyantap makanan berminyak pun sirna diganti rasa manis “sriwing-sriwing” tapai ketan.

Soal harga, tak perlu khawatir. Hanya dengan merogoh kantong sekitar Rp80.000 untuk delapan orang kita sudah bisa menikmati ayam goring yang gurih renyah, nasi putih, lalap, sambal bawang, sambal kemiri, es jeruk, dan tapai ketan sampai kenyang.

AYAM GORENG MBAH KARTO
Jl. Jaksa Agung R. Soeprapto 8, Depan PLN Sukoharjo
Jam buka: 07.00-18.00
Kapasitas tempat duduk: sekitar 80 orang.
Kisaran harga: Rp80.000 sudah komplet untuk 8 orang.

Sumber : Agromedia

Wisata Kuliner Bandung

Diarsipkan di bawah: Lingkungan — elsabarto @ 9:54 am

Berhubung saya pernah tinggal di Bandung selama kurang lebih 10 tahun, oleh karena itu saya mau sharing mengenai kuliner Bandung yang terkenal dengan kelezatannya.

Nasi Timbel Ceu Eti

Warung tenda Ceu Eti sudah terkenal di kalangan penikmat nasi timbel di Bandung bahkan sampai Jakarta. Warung nasi timbel Ceu Eti ini lebih dikenal dengan nama nasi timbel Istiqomah karena tempatnya yang tepat berada di depan Masjid Istiqomah, Bandung. Anda harus melihat sendiri menu yang ditawarkan dan dijamin Anda tidak akan pernah menyesal untuk melewatkan makan siang di warung ini.

Warung nasi ini memang baru buka sejak tahun 2007 tapi untuk ukuran pelanggan sudah terhitung laris manis. Menu pelengkap nasi timbel pun sangat beragam. Berbagai macam pepes tersedia untuk melengkapi hidangan nasi timbel komplit Anda, dari pepes ayam, tahu, teri jengki, ikan mas, peda dan usus. Menu yang paling banyak diminati di warung ini adalah pepes ayam dan tempe bacem.

Nasi timbelnya sendiri ada pilihannya, Anda bisa memesan nasi putih atau nasi merah, disantap dingin atau dihangatlkn lagi dengan oven, semua terserah Anda! Jika memesan nasi timbel komplit, Anda akan memperoleh hidangan berupa nasi yang dibungkus daun pisang, ayam goreng, ikan asin, tempe bacem, sambal leunca dan sambal terasi. Sekilas, tampilannya sama dengan nasi timbel pada umumnya.

Namun kalau bicara soal rasa, dijamin Anda pasti akan selalu merindukan citarasa tempe bacem dan sambalnya. Bahkan kadang-kadang ada pembeli dari Jakarta yang khusus meluangkan waktu mampir di warung Ceu Eti hanya untuk sekedar melepas rindu dengan sambal terasi dan leuncanya.

Bagi Anda yang kurang begitu suka dengan pedas, warung Ceu Eti menyediakan sambal tomat. Rasanya tentu saja tidak sepedas sambal terasi, tetapi tetap mantap untuk dinikmati bersama ayam goreng dan lalapan.

Soal harga, Nasi Timbel Ceu Eti termasuk murah dan mengenyangkan. Menu nasi timbel komplit hanya dihargai Rp9.000. harga pepes di warung ini pun terbilang murah. Pepes ayam hanya dihargai Rp4.500, pepes tahu Rp1.500, pepes teri jengki Rp2.000, pepes peda Rp2.500, pepes ikan mas Rp5.500, dan pepes usus Rp2.000.

Umumnya warung Ceu Eti dipadati pengunjung dari luar kota pada waktu weekend. Karena itu bila Anda memutuskan untuk makan siang di warung ini, jangan pernah pikir dua kali, karena bisa-bisa Anda malah tidak akan kebagian makanan lagi. Soalnya warung ini cuma buka dari pukul 08.30 – 16.30 WIB. Kadang-kadang sebelum jam setengah lima pun, warung sudah berkemas-kemas karena menunya sudah ludes terjual.

Bandung memang terkenal dengan makanannya yang murah. Dan di Warung Nasi Timbel Ceu Eti ini Anda akan mendapatlan semua paket menguntungkan yang Anda inginkan.

Mi Kocok SKM

Di kota Bandung, ada satu lagi makanan khas yang patut dicoba, yaitu mi kocok Bandung. Makanan ini memang hanya ada di Kota Kembang. Kalau pun ada di daerah lain, seperti di Medan, resepnya pasti berbeda. Mi kocok khas Bandung terdiri atas mi kuning gepeng, tauge, dan kikil, yang disiram dengan kuah kaldu sapi serta ditaburi seledri dan bawang goreng. Enaknya disantap panas-panas, apalagi saat hujan atau udara dingin.Sejak 1970-an
Jika orang Bandung, mi kocok mana yang paling enak, salah satu jawabannya pasti Mih Kocok SKM atau juga dikenal dengan Mi Kocok Sunda. Nama SKM diambil dari nama pendirinya Sukirman, yang kini sudah meninggal dunia. Menurut Hj. Jasih, istri Sukirman yang kini mengelola warung mi kocoknya bersama sang anak, Mih Kocok SKM mulai dirintis pada tahun 70-an.Awalnya, warung ini hanya gerobak tenda yang mangkal di pinggir Jalan Sunda. Selanjutnya, pada tahun 80-an pindah ke rumah baru di seberang tempat asalnya, tepatnya di Jalan Sunda No. 38, yang juga menjadi tempat tinggal keluarga Sukirman. Bagian depan rumah yang cukup besar ini sengaja dijadikan tempat makan sederhana yang bisa menampung sekitar 40 orang.Bagaimana menuju ke Mih Kocok SKM? Dari simpang lima Gatot Subroto, ambil arah Jalan Sunda. Setelah bertemu perempatan Veteran, lurus sedikit akan bertemu sungai kecil, dan tepat di pinggir jembatan sebelah kanan akan terlihat spanduk besar berwarna kuning bertuliskan Mih Kocok SKM. Jika dari Jalan Veteran berarti tinggal belok kiri sedikit. Tempat ini tidak bisa dijangkau dari arah yang berlawanan karena jalannya hanya bisa dilalui dari satu arah.Kikil Sapi Istimewa
Mi kocok ini terkenal lantaran rasanya yang khas. Kikil sapinya spesial karena diambil dari kulit kaki sapi yang masih segar. Kaki sapi direbus hingga kulitnya benar-benar lunak dan memisah dari tulangnya. Racikan bumbunya yang khas membuat membuat aroma kikilnya menjadi harum. Bagi yang tidak suka kikil lantaran baunya yang agak menyengat, di sini pasti akan merasakan sensasi yang berbeda. Kuah kaldunya bening, tanpa lemak, karena berasal dari rebusan kaki sapi. Mantab abis deh…! Apalagi jika ditambah sambal dan kecap, makin siip…!Menurut Hj. Jasih, Mih Kocok SKM kini memang tidak seramai dulu yang bisa menghabiskan 30 kg mi dalam sehari. Mungkin karena sudah bersaing dengan beragam makanan lain yang banyak muncul di Kota Bandung. Namun, mi kocok ini tetap memiliki penggemar yang setia. Tidak hanya masyarakat Bandung, tapi pengunjung dari luar kota pun banyak yang menyempatkan datang ke sini jika kebetulan sedang berkunjung ke Bandung.Soal harga, tidak usah khawatir. Cukup merogoh kocek Rp10.000, kita sudah bisa menikmati semangkuk mi kocok Bandung yang sedap. Selain berjualan di depotnya dari pukul 09.00-21.00, Mih Kocok SKM juga melayani pesanan untuk acara-acara pesta seperti pernikahan. Anda berminat?MIH KOCOK SKM
Jl. Sunda No. 38, Bandung
Telepon: (022) 4201582
Jam buka: 09.00-21.00
Kisaran harga: Rp 10.000 per porsi

Ayam Goreng Brebes

Anda pernah melintas di Jalan Raya Lembang? Tepat di belokan jalan dari arah bandung yang akan menuju Subang dan Pasar Panorama Lembang, Anda pasti akan menemukan papan besar bertuliskan Ayam Goreng dan Ayam Bakar BREBES, persis dipinggir jalan sebelah kanan. Tak tanggung-tanggung, di seputar tikungan tersebut terdapat tiga rumah makan serupa yang hanya berjarak beberapa meter. Selain di kawasan tersebut, ada satu lagi RM Brebes yang berada di Cikole (arah ke Subang). Masing-masing berukuran besar, bahkan bisa menampung sekitar 200 orang.

Tempat ini biasanya sangat ramai pada akhir pekan dan hari-hari libur lainnya. Pasalnya, Jalan Raya Lembang merupakan jalur alternatif Bandung – Subang – Jakarta atau Pantura, juga sebaliknya. Selain itu, jalan ini juga merupakan satu-satunya jalan dari Bandung ke tempat wisata air panas Ciater yang ramai dikunjungi pada hari-hari libur. Karenanya, rumah makan ini kerap menjadi persinggahan orang melintas di jalan ini. Kapan pun Anda melintas di jalan ini, Anda bisa mampir ke RM Ayam Goreng Brebes. Pasalnya, restoran ini buka 24 jam.

Bukan hanya lokasinya yang strategis yang membuat orang selalu mampir ke tempat ini. Menu yang disajikan memang memikat. Menu andalannya adalah ayam kampung, baik digoreng maupun dibakar. Di depan restoran Anda akan melihat dua gerobak kaca yang lumayan besar. Salah satunya berisi tumpukan ayam siap digoreng atau dibakar, dan gerobak lainnya berisi aneka lalapan hijau yang segar-segar. Semua yang melihat pasti akan tergiur untuk menikmatinya. Mungkin ini memang strategi si pemilik restoran untuk menarik pengunjung.

Selain ayam kampung, di restoran ini juga tersedia beragam menu lain. Di antaranya ikan gurami, ikan mas, sate ayam, sate kambing, sup, gado-gado, dan karedok. Kita juga bisa memesan sambal dadak dan sambal kecap, selain sambal tomat terasi yang sudah tersedia di meja makan. Minumannya pun sangat beragam. Ada bandrek, aneka jus buah, es kelapa muda, susu murni, yoghurt, dan beragam minuman lainnya.

Soal rasa, sudah terbukti dengan banyaknya pelanggan yang datang ke rumah makan ini. Tak mungkin mereka rajin mampir ke sini jika makanan yang disajikan tidak cocok di lidah. Harganya pun masih sangat wajar. Dijamin tidak akan menguras isi dompet Anda. Harga ayam goreng Rp7.500 per potong dan Rp30.000 per ekor.

Informasi detailnya, Anda bisa mengunjungi rumah makan ini di Jl. Raya Lembang No. 272, Lembang, Bandung. Telepon (022) 2787541 / 2786012 / 2788436 / 2789936.

Soto M. Tarya

Seperti halnya daerah lain, Bandung juga memiliki masakan soto yang khas. Namanya soto bandung. Namun, bahan dasar yang digunakan sedikit berbeda dari soto pada umumnya, yakni menggunakan lobak. Kalau biasanya soto bersantan, soto bandung malah berkuah bening. Soto Bandung M. Tarya contohnya. Kedai soto ini ternyata sudah ada sejak tahun 1950-an.

Dari Bahan-bahan Terbaik
Beberapa orang mengaku enggan menyantap soto bandung karena rasa pahit yang diakibatkan oleh lobaknya. Namun, kini Anda harus mengakui kalau soto bandung itu memang enak, karena di warung soto bandung M. Tarya Anda akan menemukan cita rasa sebenarnya dari soto bandung. Benar-benar gurih dan segar.Warung yang sekarang telah dikelola oleh generasi ketiga ini menawarkan rasa yang selalu terjaga. Pasalnya, racikan soto yang dihidangkan selama ini dibuat berdasarkan resep asli keluarga, sehingga berbeda dengan soto bandung lainnya. Takaran kecap yang dipakai pun pas dan menyatu dengan rempah-rempahnya. Alhasil, tanpa penambahan bumbu pun, seperti garam atau penyedap rasa, cita rasa yang ditawarkan ke lidah sangat klop. Menurut pemiliknya, Ibu Hj. Atikah, kualitas rasa Soto Bandung M. Tarya selalu dijaga dengan baik. Bahan-bahan yang digunakan merupakan bahan pilihan, alias nomor satu. Semua bahan dijamin fresh dan langsung dimasak. Dengan cara ini, rasa Soto Bandung M. Tarya tetap konsisten.

Ternyata, untuk mencegah rasa langu dan pahit dari lobak, warung soto ini punya trik tersendiri. Sebelum lobak dimasak, ada serangkaian proses yang harus dilewati. Satu lagi yang khas dari soto bandung, yakni taburan kedelai goring yang gurih. Daging yang digunakan pun adalah daging pilihan, yakni daging sapi bagian paha (sengkel). Hasilnya, sebuah paduan rasa yang pas dan lezat.

Anda bisa memesan soto bandung secara terpisah atau langsung dicampur dengan nasi. Soal harga, untuk satu porsi soto bandung M. Tarya tanpa nasi senilai Rp 13.000, sedangkan bila disantap dengan nasi perlu tambahan Rp2.000. Sebagai pelengkapnya, di meja Anda pun akan dihidangkan menu pelengkap berupa paru sapi goreng, telur asin, tempe dan tahu goreng, serta perkedel. Selain menu utama soto bandung, kedai ini juga menyediakan nasi timbel komplet, mi tek-tek, dan sup kaki.

Hampir setiap hari, kedai Soto Bandung M. Tarya ramai pembeli, terutama saat makan siang. Maklum, kedai yang buka pukul 08.00-21.00 WIB ini terletak di daerah sekitar perkantoran. Pada akhir pekan dan hari libur, kedai yang berkapasitas 30-40 orang ini ramai dikunjungi pembeli dari luar Kota Bandung, seperti Jakarta dan Surabaya. Jadi tunggu apa lagi, kalau Anda berada di Bandung, sempatkan diri untuk mencoba soto khas bandung racikan keluarga M. Tarya.

SOTO BANDUNG M. TARYA
Jl. Mohamad Ramdan No. 85, Bandung.
Telepon (022) 5211020
Jam buka: 08.00 – 21.00
Kapasitas tempat duduk: 30 – 40 orang
Kisaran harga: Rp2.000 – Rp15.000

Bakso Malang Enggal

Jika Anda berkunjung ke kota Bandung, jangan lupa untuk mampir ke Jalan Burangrang. Daerah ini memang bukan kawasan wisata belanja, tetapi sangat cocok untuk berwisata kuliner. Di sepanjang ruas jalan ini memang banyak terdapat tempat makan yang dijamin enak dan asyik. Untuk menuju ke sana, Anda bisa masuk dari Jalan Gatot Subroto, tepatnya dari pertigaan yang ada tank bajanya (sekitar 500 meter dari simpang lima).

Salah satu tempat makan di kawasan itu yang wajib dikunjungi adalah Bakso Malang Enggal, tepatnya berlokasi di Jalan Burangrang No. 12. Tempat ini hanya berjarak 200 merer dari tank baja. Restoran yang cukup besar dan bagus ini konon awalnya hanya warung tenda yang mangkal di pimggir jalan di depan lokasinya sekarang.

Begitu masuk, Anda akan langsung dihadapkan pada meja panjang. Di atasnya berjejer mangkuk kosong, bawang goreng, cacahan seledri, macam-macam penganan khas bakso malang, dan tentu saja kuah. Untuk makanan basah tersedia bakso besar urat, bakso besar halus, bakso kecil, siomay rebus dan tahu isi bakso. Sementara itu, untuk keringannya ada siomay goreng, bakso goreng dan kresol. Semuanya tampak menggoda.

Rupanya, restoran ini menganut paham ‘swalayan’, atau lebih tepatnya ‘prasmanan’. Jadi Anda bisa sesuka hati memilih dan mengambil sendiri isi mangkuk Anda. Setelah puas memilih, makanan yang Anda ambil akan dihitung oleh seorang pegawai di ujung antrian dan Anda bisa langsung membayarnya di kasir. Selanjutnya, Anda tinggal mencari tempat duduk dan bakso yang sudah ditambah kuah akan diantar ke meja tempat Anda duduk.

Bagi Anda yang tidak mau repot antri, Anda tidak perlu kuatir. Anda bisa memesan menu paket, tinggal duduk, makanan akan langsung diantar ke meja. Di sini tersedia 4 macam menu paket yang bisa dipilih. Di antara keempatnya, Paket A paling lengkap. Semua jenis makanan (8 jenis) plus teh botol ada di paket ini.

Setelah menambah kecap dan saus yang tersedia di meja, saatnya Anda menyantapnya. Tak hanya tampak menggoda, rasanya memang benar-benar nikmat. Bakso gorengnya sangat gurih, citarasa ikan pada siomaynya juga sangat terasa. Semangkuk bakso dengan kuah yang panas, bening dan segar, memang sangat cocok untuk udara kota Bandung yang lumayan dingin.

Soal harga, Bakso Malang Enggal ternyata sangat bersahabat dengan kantong. Harga setiap jenis makanan rata-rata Rp800, kecuali bakso besar yang harganya Rp1.350 per butir dan siomay Rp1.600 per buah. Kalau memesan menu paket, Anda bahkan bisa lebih berhemat. Untuk seporsi menu paket A yang paling lengkap sekali pun, Anda hanya perlu mengeluarkan kocek Rp8.000 saja. Itu sudah termasuk teh botol. Harga yang sangat membumi bukan?

Selain baksonya enak, restoran yang buka pukul 09.00 – 22.00 ini memang cukup besar dan nyaman. Kapasitas tempat duduknya cukup untuk menampung kurang lebih 100 orang. Bagi Anda yang peduli dengan kebersihan, dijamin tidak akan dikecewakan di sini. Selain itu, salah satu dinding luar dibiarkan setengah terbuka sehingga Anda bisa menikmati hangatnya bakso ditingkahi sejuknya udara kota Bandung.

Yoghurt Cisangkuy

Bagi pecinta yoghurt, nama Cisangkuy Café di Bandung sudah tak asing lagi di telinga. Pasalnya, kedai yang sudah ada sejak tahun 1969 ini menyediakan tidak kurang dari 25 pilihan rasa yoghurt, dari stroberi, leci, nanas, moka, cokelat, hingga vanilla.

Akrab Di Lidah
Apa yang istimewa dari yoghurt cisangkuy? Selain pilihan yoghurt yang variatif, ternyata rasa yang ditawarkan sangat akrab di lidah. Mungkin bagi sebagian orang yang tidak menyukai akan berubah pikiran setelah mencoba menu yoghurt di cafe ini. Salah seorang pengunjung setia Cisangkuy Café menuturkan, yoghurt cisangkuy tidak terlalu asam, ada pilihan kental (non-juice) dan encer (juice), tetapi cita rasa yoghurtnya tetap ada. Satu lagi, sejak dulu rasanya tetap konsisten. Jadi, jika selama ini rasa asam yoghurt membuat Anda enggan untuk mencicipinya, cobalah yoghurt cisangkuy!

Strawberry special yoghurt juice, lychee special yoghurt juice, dan grape special yoghurt juice adalah beberapa contoh menu yoghurt favorit pengunjung Cisangkuy Café. Strawberry special yoghurt juice adalah yoghurt yang sedikit encer dan diberi potongan buah stroberi. Ada juga strawberry special non-juice, yakni yoghurt kental dengan selai dan potongan buah stroberi. Mmmm, terbayangkan kesegarannya!

Buat Anda yang ingin menikmati yoghurt ditemani menu ringan lainnya, café ini punya pilihan yang tepat. Salah satu menu andalannya adalah kentang goring sosis. Menu ini tidak terlalu berat untuk melengkapi nongkrong asyik Anda bersama teman ataupun keluarga. Selain yoghurt dan makanan, Cisangkuy Café menyediakan aneka minuman, dari milkshake, jus, es durian, hingga bajigur. Bahkan, beberapa pengunjung merekomendasikan fresh strawberry juice.

Soal harga, Anda tidak perlu mengeryitkan dahi. Dijamin, harga berbanding lurus dengan rasa yang ditawarkan. Rata-rata special yogurt juices dipatok pada harga Rp8.500, sedangkan special yoghurt non-juices dihargai Rp9.000. Bagaimana dengan makanan? Range harga makanan berkisar dari Rp8.000-Rp14.500, sedangkan minutan sekitar Rp2.000-Rp8.000.

Nyaman Dan Sejuk
Tak bisa dipungkiri, apa yang mungkin tidak ditemukan di tempat lain dari Cisangkuy Café adalah suasananya. Benar-benar tenang, nyaman, sejuk, dan jauh dari lalu-lalang kendaraan. Beberapa pengunjung menjadikan cafe ini tempat berkumpul, sekedar untuk ngobrol hingga urusan bisnis. Cafe yang memiliki kapasitas tempat duduk sekitar 100 orang ini, saat weekend lebih banyak dikunjungi rombongan keluarga dari sekitar Kota Bandung, bahkan Jakarta.

Sebenarnya, bangunan Cisangkuy Cafe adalah rumah Belanda zaman dahulu yang disulap menjadi cafe rumahan dengan pilihan areal makan indoor dan outdoor. Areal indoor memanfaatkan ruang tamu rumah, teras, dan garasi yang diisi dengan beberapa meja dan kursi. Namun, bagi Anda yang lebih menyukai suasana outdoor, halaman rumah yang rindang dan sejuk adalah pilihan tepat untuk bersantai. Areal indoor dibuka dari jam 08.00-17.00 WIB. Selebihnya, pengunjung dipersilahkan menikmati hidangannya di pekarangan rumah hingga pukul 20.30 WIB.

CISANGKUY CAFE
Jl. Cisangkuy No. 66 Bandung.
Telepon: (022) 7273956.
Jam buka: Indoor 08.00-17.00. Outdoor s/d 20.30 WIB.
Kapasitas tempat duduk: 100 orang.
Kisaran harga: Rp8.000-Rp14.500

sumber : agromedia

Untuk lebih lengkapnya mengenai Wisata Kuliner Bandung silahkan Anda menggunakan PETAWISATA KULINER BANDUNG

Desember 12, 2009

Tutorial Membuat Ubuntu Desktop Multimedia Ready

Diarsipkan di bawah: Linux — elsabarto @ 11:49 pm

Tutorial ini menunjukkan bagaimana Anda dapat mengkonfigurasi Ubuntu desktop bagi pengguna kantoran untuk pekerjaan sehari-hari yang merupakan pengganti penuh untuk Windows desktop, yaitu semua aplikasi yang biasa digunakan di desktop Windows. Keuntungannya jelas, Anda mendapatkan sistem yang aman tanpa pembatasan bekerja bahkan pada hardware lama, dan hal terbaik adalah semua aplikasi bersifat gratis dan terbuka.

(lagi…)

Desember 7, 2009

Google Punya Google Maps… Microsoft Juga Punya Bing Maps..

Diarsipkan di bawah: Internet Stuff — elsabarto @ 10:26 am

Kompetisi antara google & microsoft kembali berjalan.
Setelah microsoft meluncurkan search engine bing untuk menyaingi search engine google,
saat ini microsoft meluncurkan bing maps untuk menyaingi google maps

www.bing.com/maps

Desember 5, 2009

Coins for Prita,… konsumen dilecehkan… yaa OMNI harus dibayar pake receh … !!!

Diarsipkan di bawah: Lingkungan — elsabarto @ 10:32 pm

Desember 4, 2009

Google memperkenalkan Google Public DNS

Diarsipkan di bawah: Internet Stuff — elsabarto @ 11:40 pm

Public DNS dari Google ini masih dalam tahap eksperimen, DNS ini diklaim lebih cepat dalam resolving web sehingga aktifitas browsing menjadi jauh lebih cepat.
Untuk lebih jelasnya silahkan klik Introducing Google Public DNS: A new DNS resolver from Google

8.8.8.8

8.8.4.4

Dan cara penggunaannya adalah sebagai berikut Using Google Public DNS

Warnet Linux.. Warnet Bebas Virus 100%, Malware, Spyware, Sweeping dan Pungli… Mau?

Diarsipkan di bawah: Linux — elsabarto @ 3:56 am

Bebas Virus sebab Linux sangat sulit terinfeksi virus.
Bebas Malware & Spyware sehingga gak ada bandwith yang terbuang, otomatis browsing & download kuenceeeng.
Bebas Sweeping sistem operasi windows bajakan oleh microsoft.
Bebas Pungli dari oknum aparat yang memanfaatkan sweeping software bajakan secara tidak resmi.

chrome

read more…..

November 19, 2009

Buku Gratis, SD SMP SMA SMK dan TIK.

Diarsipkan di bawah: Internet Stuff — elsabarto @ 12:13 am

Semua tersedia lengkap dan dapat didownload secara gratis di

http://bse.telkomspeedy.com/

http://sourceforge.telkomspeedy.com/

http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Main_Page

sumber : Onno W. Purbo

November 18, 2009

Cara Mudah Membatasi Konten Porno dalam Mengakses Internet

Diarsipkan di bawah: Internet Stuff — elsabarto @ 11:48 pm

Saya sering prihatin melihat banyak anak2 dibawah umur yang secara sengaja maupun tidak dg mudahnya mengakses konten dewasa dalam aktifitas berinternet di warnet saya.

Untuk membatasi konten berbahaya tersebut secara praktis dan mudah dapat dengan menggunakan Nawala Project DNS Filter.

DNS Nawala merupakan layanan gratis yang bebas digunakan pengguna internet yang membutuhkan saringan konten negatif dan berbau pornografi. Selain itu, DNS Nawala juga akan memblokir situs yang mengandung konten berbahaya, seperti malware, phising (penyesatan) dan sejenisnya.
Cara menggunakan fasilitas DNS Nawala mudah, yaitu cukup melakukan perubahan konfigurasi IP DNS komputer/server DHCP/Modem Router/Router ke alamat ;
IP 180.131.144.144 (primary) dan
180.131.145.145 (secondary).
DNS Nawala dapat menghemat konsumsi bandwidth hingga 30 persen akibat konten negatif.
Berikut screenshot DNS Nawala yg. berhasil memblokir situs berkonten pornography

sumber : kompas

November 12, 2009

KEUTAMAAN SEPULUH HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH

Diarsipkan di bawah: Lingkungan — elsabarto @ 2:27 am

1. Allah Ta’aala berfirman:

“Demi Fajar, dan malam-malam yang sepuluh.” (QS. Al Fajr: 1-2)

Ibnu Katsir –Rahimahullah berkata: “ Yang dimaksud adalah sepuluh hari (pertama) bulan Dzul Hijjah”. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbas, Ibnu Az-Zubair, Mujahid dan tidak sedikit daripada Salaf dan Khalaf.

2. Allah Ta’aala berfirman:

“…dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari  yang telah ditentukan” (QS. Al Hajj: 28).

Ibnu Abbas –Radhialahu ‘Anhuma berkata: “ (Yang dimaksud adalah) sepuluh hari pertama (bulan Dzul Hijjah) “.

3. Dari Ibnu Abbas –Radhiallahu ‘Anhuma beliau berkata: Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda:

“Tidak ada hari dimana amal sholeh pada saat itu lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini,  yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah.mereka (para sahabat) bertanya : Tidak juga jihad fi sabilillah (lebih utama dari itu) ?, beliau bersabda:  Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan jiwanya dan hartanya dan tidak kembali  dengan sesuatupun. (HR. Bukhari).

4. Dari Ibnu Umar –Radhiallahu ‘Anhuma berkata, Rasulullah–Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda:

“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan tidak ada amal perbuatan yang lebih dicintai Allah selain pada sepuluh hari itu. Maka perbanyaklah pada hari-hari tersebut Tahlil, Takbir dan Tahmid “ (HR. Imam Ahmad dan Ath-Thabrani dalam Mu’jam Al Kabir)

5. Sa’id bin Jubair –Rahimahullah dan beliau adalah yang meriwayatkan hadits Ibnu Abbas –Radhiallahu ‘Anhuma (poin 2) , jika telah datang sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah beliau (Sa’id bin Jubair –Rahimahullah) sangat bersungguh-sungguh (dalam beribadah dan beramal saleh) hingga hampir saja dia tidak kuasa (melaksanakannya) “ (Riwayat Ad-Darimi dengan sanad hasan)

6. Para Ulama –Rahimahumullah menyatakan: “ Sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah adalah hari-hari yang paling utama, sedangkan sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan adalah malam-malam yang paling utama ”.

7. Ibnu Hajar –Rahimahullah berkata dalam kitabnya Fathul Baari: “ Tampaknya sebab mengapa sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah diistimewakan adalah karena pada hari-hari tersebut merupakan waktu berkumpulnya ibadah-ibadah utama; yaitu shalat, shaum, shadaqah dan haji dan tidak ada seperti itu pada waktu lainnya.”

MACAM – MACAM AMALAN YANG DISYARIATKAN :

1. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah

2. Berpuasa Selama Hari-Hari Tersebut Atau Pada Sebagiannya, Terutama Pada  Hari Arafah

Diriwayatkan dari Abu Qatadah bahwa Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda :“Berpuasa pada hari Arafah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya.”(HR. Muslim).

Dari Hunaidah bin Kholid dari isterinya, dari sebagian isteri-isteri Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam, dia berkata: “Adalah Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam berpuasa pada sembilan (hari pertama) bulan  Dzul Hijjah, hari ‘Asyura (sepuluh Muharram) dan tiga hari setiap bulan.”(HR. Ahmad, Abu Daud dan Nasa’i).

Imam Nawawi –rahimahullah berkata tentang puasa sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah : “Sangat di sunnahkan.”

3. Disyariatkan Pada Hari-hari Itu Takbir Muthlak dan Muqoyyad

Takbir muthlak dilakukan pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat ied. Disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai sholat fardhu dari sejak pagi hari ‘Arafah setelah shalat Subuh (9 Dzul Hijjah) sampai shalat Ashar akhir hari Tasyriq (13 Dzul Hijjah).

Imam Bukhari menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah –Radhiallahu ‘Anhum keluar ke pasar pada hari-hari sepuluh  (sepuluh hari pertama) dalam bulan Dzul Hijjah seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orang pun mengikuti takbirnya.

4. Taubat Serta Meninggalkan Segala Maksiat Dan Dosa, Sehingga Akan Mendapatkan Ampunan Dan Rahmat Allah.

5. Memperbanyak Beramal Shalih.

6. Berkurban Pada Hari Raya Qurban Dan Hari-hari Tasyriq.

7. Melaksanakan Shalat Idul Adha dan Mendengarkan Khutbahnya Dll.

Maraji’:

-          “Fadhl ‘Asyr Dzil Hijjah Wa Ahkam ‘Iedil Adha Wa Ahkamil Udhhiyyah”. Abdul Malik Al-Qasim. Penerbit Darul Qasim.

-         “Min Akhtho’ina Fil ‘Asyr”. Muhammad bin Rasyid Al-Ghufaili. Cetakan Pertama 1417 H. Penerbit Darul Masir, Riyadh.

-         “Fadhlu Ayyam ‘Asyr Dzil Hijjah”. Muraja’ah Syaikh Abdullah bin Jibrin. Cetakan Pertama, Syawal 1413 H. Penerbit Maktabah Al-Ummah, Unaizah.

-         “Talkhish Kitab Ahkamil Udhhiyyah Wa Adzdzakah”. Syaikhuna Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin –Rahimahullah. Cetakan Pertama 1413 H. Penerbit Darul Muslim.

Oleh: Abdullah Saleh Hadrami

November 11, 2009

Download Video dari Youtube ke berbagai Format secara Instan

Diarsipkan di bawah: Internet Stuff — elsabarto @ 12:28 pm

Panjenengan semua suka liat video via Youtube dan tertarik mengkoleksinya.
Sekarang ada cara mudah untuk mendownloadnya ke berbagai format sehingga langsung bisa diputar di player MP3, MP4, MP5, Smartphone, iPhone, PSP, beri-beri (BB) dll.

silahkan meluncur ke TKP gan -> http://kickyoutube.com/

November 4, 2009

Cara Pembuatan SIM dan Download Soal Ujian Teori

Diarsipkan di bawah: Lingkungan — elsabarto @ 4:13 am

Hari ini saya memperpanjang SIM C di Polres Sukabumi, berhubung SIM C saya sebelumnya diterbitkan di Polres Cimahi dan saya tidak ada waktu untuk cabut berkas SIM ke Cimahi untuk Mutasi SIM, terpaksa saya mempergunakan biro jasa.
Cukup dengan menyerahkan fotokopi KTP 2 lembar, menyerahkan SIM asli yang lama, surat keterangan sehat dan uang 200 ribu, hanya dalam waktu 30 menit SIM C baru sudah selesai siap pakai :D
Trik agar tidak mengantri tes kesehatan, anda dapat memperoleh surat keterangan sehat dari Puskesmas dengan tes buta warna, biaya yang dikeluarkan cukup 5 ribu rupiah, berbeda dengan dokter polri yang harus merogoh kocek tak kurang dari 20 ribu, padahal sebelumnya cukup 10 ribu, mungkin disesuaikan dengan kenaikan harga PERTAMAX :lol:

Untuk prosedur pembuatan SIM baru adalah sebagai berikut :
1. Bawa pensil 2B, pulpen dan tentu saja uang secukupnya, jangan lupa sarapan dahulu sebab panjang antrian tidak bisa diprediksi kecuali anda pakai biro jasa.
2. Bawa KTP asli karena dibutuhkan untuk mengambil ID Tamu ke Provost Polres.
3. Periksa kesehatan dahulu ke dokter Polri dg menyerahkan 1 fotokopi KTP untuk daftar antrian. Setelah selesai tes baca abjad & buta huruf, anda dipungut biaya 10 / 20 ribu untuk mengambil surat keterangan sehat.
4. Ambil formulir isian permohonan SIM baru ( 75 ribu ) / perpanjangan SIM ( 65 ribu ).
5. Bayar asuransi 15 ribu.
6. Kembalikan formulir untuk selanjutnya mengikuti ujian teori, disini ada dua opsi ; tes manual dg pensil 2B & pulpen dan tes dg menggunakan komputer ( kelebihan tes komputer adalah hasilnya lsg bisa diketahui & lebih fair ).
Soal ujian teori terdiri dari 30 soal dan harus benar minimal 60% untuk bisa lulus ( 18 jawaban benar ) dalam waktu 15 menit.
7. Setelah lulus ujian teori dilanjutkan dengan ujian praktek dengan materi jalan zigzag melalui con marka jalan yg cukup pendek jaraknya ( susah lulus walaupun anda sudah terbiasa mengendarai motor ), jalan lurus melaui con sejajar yg cukup sempit ( sungguh terlalu ), terakhir membuat jalur lingkaran dan angka delapan dengan jarak yang sangat pendek ( perasaan gak ada dalam pengalaman berkendara yang nyata, u turn aja gak gitu2 amat, apa coba contohnya ?? agak mudah dilakukan utk motor matik, lah klo yg jarak antar sumbu roda panjang kaya mx, ya gitcyuu dechhh… ), semua harus dilakukan tanpa kesalahan, yaitu kaki menyentuh tanah dan con jatuh.
8. Setelah lulus uji praktek anda tinggal antri foto dan menunggu SIM selesai dicetak.
Jika anda tidak lulus uji praktek anda harus mengulang lagi 2 minggu kemudian dan jika anda dalam mengulang gagal lagi sampai 3 s.d. 4 kali ( pantang menyerah untuk tidak pakai biro jasa ), maka anda dinyatakan lulus secara otomatis :cool:

Semoga bermanfaat, berikut ini link download soal ujian teori SIM :
Bagian 1
Bagian 2
Bagian 3
Bagian 4

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.